Kiprah MUI & Baznas

Zakat Bersihkan Diri dan Harta

IMG-20170824-WA0009

JL VETERAN – Zakat merupakan kewajiban umat Islam dalam menunaikan salah satu syariat Agama. Karenanya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi sebagai lembaga yang concern mengentaskan kemiskinan terus bergerilya mensolisasikan pentingnya menunaikan rukun Islam ketiga tersebut.

Lembaga yang berlokasi di Jalan Veteran (Belakang Lapang Merdeka), Kota Sukabumi itu mengajak seluruh elemen masyarakat baik PNS, pengusaha dan masyarakat mampu lainnya untuk bersama-sama membangun Kota Sukabumi yang lebih baik.

Kepala Baznas Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya menjelaskan, secara syar’i dalam surat At-Taubah ayat 103 menyuruh untuk mengambil zakat dari mereka (masyarakat mampu dan memenuhi persyaratan berzakat). Sebab dengan zakat itu dapat membersihkan dan mensucikan mereka.

Bahkan, dalam harta setiap orang pastinya ada harta orang lain yang berarti harta yang dizakatkan balasannya bisa 10 kali lipat sampai dengan tidak terhingga.

“Makanya Gerakan Sadar Zakat ini kami terus suarakan kepada masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan,” terang dia kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (24/8).

Selain mengurangi kemiskinan di wilayahnya, sambung Fifi, berzakat juga dapat membangun infrastruktur yang lebih layak, sarana pendidikan dan kesehatan yang unggul dan sarana strategis lainnya yang menunjang tarif ekonomi atau kehidupan warga Kota Sukabumi.

“Zakat mengandung dimensi sosial. Artinya dengan berzakat maka dapat menumbuhkan soliditas dan kebersamaan serta menumbuhkan perasaan saling mencitai antar sesama. Sedangklan dari dimensi ekonomi, tentunya bisa meningkatkan kesejahteraan musathik dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” beber dia.

Menurutnya, gerakan sadar zakat mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Bahkan, intruksi Wali Kota Sukabumi Nomor 1 Tahun 2016 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di lingkungan Pemkot Sukabumi.

“Dasar hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Bahkan sampai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang zakat pun ada serta Intruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 juga ada. Hal itu untuk menigkatkan manfaat zakat guna mewujudkan penanggulangan kemiskinan,” imbuh dia.

Zakat yang terkumpul akan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat. Yakni, kaum mualaf (orang yang akan masuk Islam), Riqob (sahaya yang dianggap sudah tidak ada atau tidak dikembangkan), Gorimin (Orang membutuhkan dana untuk menyelesaikan dua pihak yang berselisih), Fisabilillah (Orang yang berperang di jalan Allah) dan jenis lainnya yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Wakil Ketua Tiga Badan Amil Zakat Nasional Kota Sukabumi, M Kusoy, menambahkan, total penduduk Kota Sukabumi sebanyak 330 ribu jiwa dengan umat muslim sebanyak 280 ribu dan 5,3 ribu adalah PNS. Hal itu menunjukan bahwa potensi zakat di wilayahnya cukup besar.

“Bila dihitung-hitung, potensi zakat PNS doang bisa mencapai Rp 3,8 miliar per tahunnya. Lalu, zakat yang bisa didapat dari pengusaha muslim kurang lebih bisa Rp 10 Miliar,” ungkap dia.

Namun demikian, pencapaian zakat yang dikumpulkan Baznas hingga saat ini belum sesuai potensi yang ada. Ia memprediksi rendahnya berzakat lantaran minim pengetahuan tentang berzakat ditambah banyak kesibukan. “Ada juga yang enggan berkurban dan lebih banyak menghitung pahala,” tutupnya. (job4/hyt)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up