Metropolitan

Waspada Cuaca Ekstrem di 2018

NO PHOTO

Tercatat 24 Kejadian Bencana Sejak Dua Bulan Terakhir

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 24 kejadian bencana melanda Kota Sukabumi di awal 2018. Bencana didominasi cuaca ekstrem dan gempa bumi yang menyebabkan kerugian sebesar lebih dari Rp250 juta.

“Kasus bencana di sepanjang kurung waktu Januari hingga 26 Februari 2018 tercatat sebanyak 24 kejadian. 15 kejadian di Januari dan sisanya Februari,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (1/3).

Zulkarnain menjelaskan, dari semua bencana mayoritas didominasi cuaca ekstrem dan gempa bumi. Di antaranya, sebanyak enam kejadian bencana cuaca ekstrem, empat kejadian angin topan, tiga kejadian gempa bumi dan dua kasus tanah longsor.

Sementara sembilan kejadian di Februari, kata dia, di antaranya empat kejadian gempa bumi, tiga kejadiaan kebakaran, satu kejadian tanah longsor dan satu kejadian cuaca ekstrem. “Jumlah bencana ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 lalu sebanyak 35 kasus bencana,” terangnya.

Adapun rincian 35 kejadian bencana Januari-Februari 2017, sambung dia, yakni kejadian tanah longsor sebanyak 11 kasus, gempa bumi tujuh kasus, cuaca ekstrem enam kasus, angin topan sebanyak empat kejadian, banjir empat kasus dan kebakaran tiga kasus.

Zulkarnain mengungkapkan, kejadian bencana ini tersebar di tujuh kecamatan Kota Sukabumi. “Wilayah yang kasus bencananya tinggi yakni Kecamatan Lembursitu sebanyak lima kasus dan Kecamatan Baros sebanyak empat kasus,” beber dia.

Kejadian bencana dalam dua bulan terakhir ini, lanjut Zulkarnain menyebabkan kerugian senilai Rp253.125.000, dengan jumlah kerugian terbesar di Kecamatan Lembursitu sebesar Rp59 juta dilanjut oleh Baros Rp53.625.000. Sementara kerugian terendah terjadi di Kecamatan Gunungpuyuh senilai Rp8 juta.

Di sisi lain, kata dia, Kota Sukabumi masih menerapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor. Penetapan status ini dilakukan untuk menghadapi potensi bencana akibat faktor cuaca ekstrem.

“Hingga kini status siaga darurat bencana belum berubah dan berlaku hingga 31 Mei 2018 mendatang. Sesuai yang telah ditetapkan Wali Kota Sukabumi mulai 1 Desember 2017 hingga 31 Mei 2018,” terangnya.

Kebijakan ini, ujar Zulkarnain diterbitkan sehubungan dengan terjadinya cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi pada akhir 2017 dan diperkirakan akan terjadi sampai Mei 2018. Penetapan ini pun, mengacu pada penetapan status serupa yang dilakukan Pemprov Jawa Barat.

Dengan begitu, kata dia, pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat Sukabumi agar selalu waspada di musim penghujan ini. “Kami harap semua tetap waspada. Terlebih saat intensitas curah hujan yang tinggi,” imbaunya.(ovi/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up