Hukum & Kriminal

Wanita Paruh Baya Pelaku Hipnotis

PHOTO1

Bidik Korban Anak Usia Sekolah

SUKABUMI – DRI, seorang perempuan paruh baya warga Kelurahan Sriwedari, Keccamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, diciduk polisi. Perempuan berusia 50 tahun itu diduga merupakan pelaku hipnotis yang korbannya anak-anak.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, modus kejahatan pelaku dilakukan dengan berpura-pura mengajak anak-anak berkeliling kota. Awalnya pelaku meminta bantuan korban yang sedang bermain di tempat keramaian. Setelah itu pelaku mengajak korban berbelanja dan memasankan makanan. Saat itu pelaku meminta semua barang-barang milik korbannya.

“Setelah barang semua terkumpul pelaku memintanya agar dititip kepada pelaku. Setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban,” ujar Susatyo kepada wartawan, kemarin (25/1).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas, baju, jas hujan, kerudung, dusbook hand phone, hingga masker. Barang-barang yang diambil pelaku berupa telepon genggam, kamera, perhiasan emas, dan uang sejumlah Rp 50 ribu. Ditotal jumlah barang bukti kurang lebih mencapai Rp 10 juta. Pelaku menyasar korban anak berusia 9 tahun sampai 14 tahun. “Sasarannya anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun sehingga dikategorikan remaja karena mudah dibujuk rayu,” jelas dia.

Susatyo menyebutkan aksi pelaku meresahkan masyarakat. Pasalnya sudah banyak orangtua korban yang melapor.  Susatyo pun mengimbau orangtua lebih meningkatkan lagi pengawasan terhadap anak agar tidak mudah akrab dengan orang tidak dikenal. Pihak kepolisian akan mengembangkan kasus tersebut. Sementara pelaku dijerat pasal 378 atau 372 KUHPidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

“Kami imbau masyarakat agar tidak mudah dekat dengan seseorang apalagi kalau sudah diajak berbelanja. Tentu kami kembangkan perkara ini karena dikhawatirkan masih ada korban yang belum melapor,” tandas dia.

DCF, 11, salah seorang korban, mengaku saat itu dia bersama teman-temannya sedang bermain di salah satu pusat perbelanjaan. Lalu mereka bertemu dengan pelaku yang mengajaknya ngobrol. Saat itu pelaku menyuruh korban membeli tiket bermain gim.

“Waktu itu kami baru selesai bimbingan belajar. Kami main ke mall. Terus ketemu ibu-ibu yang minta diajari main gim. Ibu-ibu itu ngasih uang buat beli lagi tiket gim. Terus kami ngobrol,” terang dia.

Pelaku berpura-pura curhat sedang mempersiapkan pengajian di rumahnya setelah anaknya kecelakaan. Pelaku membawa korban ke toko mainan untuk mencari kantong buat ulang tahun. Lama berjalan-jalan, korban seolah dihipnotis akhirnya tak ingat apa-apa.

“Terus ibu-ibunya jadi galak. Dia marah-marah terus sama aku. Dia minta antar beli kue ulang tahun pakai angkot warna hijau nomor 08. Terus turunnya di depan toko makanan,” bebernya.

Ela Nurlaelasari, orangtua korban, mengatakan anaknya memang ada tambahan belajar di sekolah. Hingga pukul 15.00 anaknya tak kunjung pulang. Ela pun mencari anaknya ke mall karena sebelumnya sudah minta izin akan bermain setelah pulang tambahan belajar. “Saya sudah tidak enak hati, kok belum pada pulang. Akhirnya ketemu di arah jalan ke Dago. Anak saya menangis. Ternyata barang-barangnya dibawa pelaku,”

Sementara itu pelaku mengaku sehari-hari bekerja sebagai tukan kredit kaos, tepatnya di depan alu-alun. Pelaku memgaku merayu korban dan mengajak berbelanja diiming imingi uang Rp 200 ribu.

“Barang-barangnya saya jual buat bayar utang. Saya sudah melakukan kejahatan ini sejak 1 tahun yang lalu,” akunya.(ovi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up