Metropolitan

Usai Tahun Baru, Harga Kepokmas Stabil

FOTO3

SUKABUMI – Harga sejumlah komoditas bahan pokok penting masyarakat di pasar tradisional di Kota Sukabumi cenderung stabil. Lonjakan harga terjadi pada komoditas cabai-cabaian akibat berkurangnya pasokan yang dipicu cuaca buruk.

“Alhamdulillah hasil pemantauan dan laporan setiap hari yang kami terima dsri lapangan, sebetulnya tidak ada masalah. Harga berbagai bahan pokok penting masih stabil. Hanya saja untuk komoditas cabai-cabaian harganya belum turun,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, kemarin (4/1).

Saat ini harga cabai merah TW dibanderol Rp 34 ribu per kg, cabai merah lokal di kisaran Rp 36 ribu per kg, cabai merah keriting di kisaran Rp 32 ribu per kg, cabai hijau keriting di kisaran Rp 15 ribu per kg, cabai rawit hijau di kisaran Rp 36 ribu per kg, dan cabai rawit merah di kisaran Rp 55 ribu per kg. Ayep mengatakan relatif masih mahalnya harga berbagai jenis cabai-cabaian kemungkinan dipicu cuaca buruk yang terjadi belakangan terakhir.

“Cuaca sampai sekarang belum stabil. Apalagi kabarnya masih banyak petani yang baru tanam. Jadi pasokannya agak tersendat yang menyebabkan harga berbagai jenis cabai-cabaian melonjak,” ucapnya.

Sementara itu pergerakan harga komoditas bahan pokok sampai hari ini (kemarin) di Kota Sukabumi masih stabil. Beras jenis medium maupun premium harganya cenderung stabil. Beras Ciherang misalnya masih di kisaran Rp 10 ribu per kg, beras IR 64 kualitas I di kisaran Rp 9.800 per kg, dan beras IR 64 kualitas II di kisaran Rp 9.500 per kg. “Kalau beras premium kelas I harganya rata-rata Rp 12 ribu per kg,” ujar Ayep.

Ayep mengaku monitoring harga, pasokan, dan persediaan berbagai kebutuhan masyarakat terus dilakukan setiap hari. Upaya itu dilakukan agar ketika terjadi lonjakan harga yang sporadis bisa langsung terpantau dan segera ditindaklanjuti. “Tapi selama ini kalau di Kota Sukabumi tidak pernah terjadi gejolak harga. Kalau pun sekarang harga cabai relatif mahal, tapi bukan merupakan komoditas kebutuhan pokok masyarakat. Artinya, masyarakat tak setiap hari membutuhkan cabai-cabaian,” terang dia.

Untuk harga daging-dagingan, Ayep memastikan harganya tetap stabil. Daging sapi masih di kisaran Rp 110 ribu per kg, daging ayam broiler di kisaran Rp 36 ribu per kg, dan telur ayam di kisaran Rp 26 ribu. Dibanding daging sapi, kata Ayep, harga yang kadang berfluktuasi yakni daging ayam dan telur ayam. “Kalau daging sapi harganya cenderung stabil. Beda dengan daging ayam atau telur ayam. Harganya kadang turun-naik. Sekarang juga harga telur ayam sebetulnya sedang naik. Biasanya harga normal itu di kisaran Rp 24 ribu,” jelasnya.

Sedangkan komoditas sayuran dan bumbu dapur lainnya terpantau stabil. Bawang merah harganya di kisaran Rp 20 ribu per kg, bawang putih Rp 18 ribu per kg, kentang di kisaran Rp 16 ribu per kg, tomat Rp 12 ribu per kg, dan wortel Rp 12 ribu per kg. Ayep menjamin, persediaan berbagai komoditas saat ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan. “Mudah-mudahan tak ada kendala. Insya Allah persediaan masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan, utamanya komoditas pokok kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up