Metropolitan

UMK Sukabumi 2018 Disepakati Naik 8,71 Persen

JL R SYAMSUDIN – Besaran upah minimum kota (UMK) Sukabumi 2018 disepakati sebesar Rp2.158.431 atau naik sebesar 8,71 persen dari UMK 2017 sebesar Rp1.985.494. Usulan itu nantinya akan diserahkan ke gubernur Jawa Barat yang nanti akan menetapkannya.

“Kita mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan. Usulan penaikannya sebesar 8,71 persen. Berdasarkan survei, UMK ini lebih tinggi dari angka kebutuhan hidup layak di Kota Sukabumi yang mencapai angka Rp1,8 juta. Usulan ini sudah berdasarkan perhitungan normatif,” kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz seusai menggelar rapat dengan Dewan Pengupahan di Balai Kota Sukabumi, kemarin (31/10).

Muraz mengaku sudah menandatangani usulan penaikan UMK 2018. Selanjutnya usulan akan diserahkan ke gubernur Jawa Barat besok (hari ini). Muraz menambahkan, UMK di Kota Sukabumi layak untuk dinaikan agar bisa mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi yang berkaitan dengan daya beli masyarakat.

Apalagi Muraz menyebut pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Sukabumi sepakat dengan usulan kenaikan UMK tersebut. Termasuk serikat pekerja juga sudah menerima sosialisasi.

“Jadi rapatnya nggak lama, teken saja langsung. Saya kan tanya dulu sebelumnya. Apindo siap, serikat pekerja juga siap. Saya tanya juga pengusaha ritel, semuanya setuju. Ukurannya kesejahteraan masyarakat,” tandas Muraz. (aln/hrl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up