Nusantara

Uji Kecintaan Orangtua, Pura-Pura Diculik

uji-kecintaan-orangtua-pura-pura-diculik

SUKABUMIEKSPRES.COM – Cinta orangtua terhadap anaknya tak perlu dibantah. Namun, ada saja seseorang yang masih meragukan itu. Salah satunya, seorang mahasiswa dari Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Dia membuat skenario pura-pura diculik karena ingin tahu seberapa besar cinta ayahnya. Karena itu, dia dibekuk polisi.

Seperti dikutip dari AFP, kemarin (2/8), pada 13 Juli lalu, ayah Zhu menerima pesan singkat dari aplikasi WeChat yang memberi tahu, Zhu telah diculik. Remaja 18 tahun itu dikatakan pergi ke Kota Taizhou di Provinsi Jiangsu untuk bekerja saat liburan musim panas. Di salah satu pesan, keluarga Zhu diminta menyiapkan uang senilai Rp 200 juta dalam waktu satu jam untuk menyelamatkan nyawanya.

“Tinggal 27 menit lagi. Organ tubuh anak Anda bernilai Rp 200 juta. Kami hanya ingin uang. Jangan paksa kami. Rasa sabar kami terbatas. Ada orang yang menginginkan nyawa anak Anda,” demikian bunyi pesan itu.

Pesan itu muncul bersama sebuah video yang memperlihatkan nyawa Zhu terancam. Di video itu, mata Zhu ditutup dan mulutnya juga disumpal serta tangannya diikat. Si penculik terlihat menuangkan air dingin ke tubuh Zhu lalu memukulinya di semak-semak. “Cepat. Tuang air ke dia. Bangunkan dia,” terdengar suara si penculik.

Ayah Zhu sontak menghubungi polisi sebelum pergi menyusul ke Taizhou. Dari video itu, polisi kemudian melacak keberadaan Zhu dan diketahui dia sudah menginap di sebuah hotel di Taizhou selama enam hari sebelum kejadian penculikan. Dan sejak itu, Zhu belum keluar dari hotel.

Polisi menduga, Zhu sudah dibawa ke tempat lain oleh si penculik karena teleponnya tidak diangkat. Lalu, kamarnya di hotel berantakan bekas puntung rokok. Tapi, sekitar pukul 07.39 waktu setempat, Zhu kembali ke hotel dalam keadaan sehat. Terkejut melihat Zhu, polisi akhirnya mengatakan, penculikan itu hanya bercanda. Sejak tiba di Taizhou, dia menghabiskan uangnya untuk foya-foya dan belum mendapat kerja.

Zhu mengatakan, sejak kecil, dia merasa tidak dicintai ayahnya dan akhirnya membuat skenario penculikan palsu bersama dua temannya. Cara ini ditempuh untuk mengetahui seberapa besar cinta ayahnya kepada dia.

Setelah mengetahui yang sebenarnya, keluarga akhirnya menjemput Zhu. Tapi, kemudian mereka bergegas pulang lantaran nenek Zhu masuk ke rumah sakit karena mendengar cucunya diculik. Zhu akhirnya berjanji meminta maaf kepada keluarganya. Dia bersama dua temannya yang berpura-pura jadi penculik didakwa pemerasan dan kini ditahan polisi. (afp/rom/k8)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up