Sukabumi Raya

Tumpukan Sampah Dikeluhkan

SUKARAJA – Ketiadaan lahan untuk tempat penyimpanan sampah sementara mengakibatkan timbunan sampah berserakan di pinggiran Jalan Raya Cimuncang, Kampung Cimuncang, Desa Kebonpedes, Kecamatan Sukaraja. Ironisnya kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tampak dari tepi jalan tumpukan sampah jenis plastik, yang yang sulit didaur ulang masih berserakan di pinggiran jalan yang berstatus jalan kabupaten tersebut. Tak nampak petugas kebersihan satu pun yang memungut dan mengambil sampah-sampah yang berada di pinggir jalan raya tersebut.

Salah seorang supir Angkutan Perkotaan (Angkot) trayek Sukaraja-Cireunghas, Abang (45) menjelaskan, keberadaan sampah yang sudah menggunung serta berbau busuk ini, sudah lama terjadi di wilayah tersebut. Sehingga, keberadaan gunungan sampah itu, dapat mencemari lingkungan sekitar. Lantaran, sampah tersebut dibuang oleh tangan-tangan oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab. Kendati demikian, karena tidak ada bak sampah atau menampungan sampah yang di sediakan oleh pemerintah.

“Sudah lama sampah tersebut menumpuk, bak gunung buatan yang berserakan kepinggir jalan. Bahkan, kondisinya hingga membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Keadaan ini akibat dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Entah masyarakat di wilayah sini atau oleh masyarakat Kampung sebelah. Soalnya, tidak ada yang membuang sampah ke sini pada siang hari,” jelas Abang kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (01/3).

Para pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat, sambung Abang, merasa terganggu dengan kebaraadan tumpukan sampah yang di penuhi dengan lalat tersebut.

“Saya kurang begitu mengetahui sampah yang menumpuk di wilayah ini dibuang oleh masyarakat kampung mana. Tapi, intinya oknum masyarakat tersebut adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Setiap warga maupun penumpang, jika melintasi jelan ini, pasti akan menutup hidungnya karena bau,” paparnya.

Keluhan serupa di lontarkan, Abidin (30) warga Kampung Cimuncang, Desa Kebonpedes. Ia mengatakan, akibat dari membuang sampah di wilayah tersebut, area jalan penghubung di wilayah itu, menjadi kotor, kumuh dan beraroma tidak sedap serta tercemari oleh sampah-sampah yang bercampur menjadi satu. Yakni, sampah organik dan non organik serta sampah-sampah yang diduga berbahaya.

“Semua sampah yang dibuang kesini bercampur menjadi satu dan begitu mencemari. Bahkan, jika musim penghujan tumpukan sampah itu, menjadi salah satu sarang nyamuk. Ya, tentunya ini sangat membahayakan warga sekitar terhadap kondisi kesehatannya. Sebeb, besar kemungkinan apabila tumpukan sampah ini di biarkan berlarut-larut akan menjadi virus Demam Berdarah Dengue (DBD)” tandasnya.

Hal ini terjadi, lanjut Abidin, selain di pengeruhi oleh faktor tidak adanya tanggungjawab dari para pelaku pembuang sampah ke wilayah tersebut, juga akibat dari kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta tidak adanya bak penampungan sampah yang di sediakan diwilayah tersebut.

“Perilaku masyarakat karena membuang sampah di wilayah tersebut. Disamping tidak bertanggungjawab juga karena kurangnya fasilitas umum tempat sampah yang di sediakan oleh pemerintah,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap agar keadaan ini tidak berdampak besar serta masyarakat juga memiliki kesadaran untuk dapat membuang sampah pada tempatnya agar terciptanya lingkungan yang sehat serta bersih.

“Maka, pemerintah harus dapat membuatkan penampungan atau bak sampah di wilayah ini, yang berkafasitas cukup besar untuk menampung semua sampah dari kampung yang berada di wilayah ini. Mudah -mudahan pemerintah dapat membuatkan penampungan sampah yang besar di kampung ini agar terciptanya lingungan yang sehat serta bersih. Serta, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.(udi/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up