Bandung

Tujuh RSUD Jabar jadi Rujukan Penyakit Jantung

KEDUAAA
IST FOR JABAR EKSPRES JADI RUJUKAN : Tujuh RSUD di kabupaten/kota Jabar meneken kerja sama dengan Unpad sebagai rumah sakit rujukan penanganan pelayanan penyakit jantung. Hadir Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi (kiri belakang) bersama Direktur RSUD Bunut (kiri/depan).

BANDUNG – Pemrov Jabar mengembangkan tujuh rumah sakit umum daerah (RSUD) di sejumlah kabupaten/kota untuk pusat rujukan penanganan pelayanan penyakit jantung. Ketujuh RSUD itu adalah RS Hasan Sadikin-Bandung, RSUD Bunut-Sukabumi, RSUD Gunungjati-Cirebon, RSUD Sumedang, RSUD Tasikmalaya, RSUD Banjar, dan RSUD Al-Ihsan

“Ini bentuk kerja sama dengan sejumlah rumah sakit daerah. Ada tujuh rumah sakit daerah yang kekurangan ini tenaga medisnya, makanya kerja sama ini diadakan. Akan ada sumber daya manusia didikan Unpad, yang nanti akan ditempatkan di setiap RSUD sebagai bentuk pengabdian,” kata Wali Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, kemarin.

Ia mengungkapkan, jumlah penderita penyakit jantung koroner di Jawa Barat berdasarkan diagnosis dokter pada 2013 yakni 160 ribu orang. Jumlah ini merupakan terbanyak di Indonesia.

“Selain jantung koroner, Jabar juga menempati posisi tertinggi estimasi jumlah penderita penyakit gagal jantung berdasarkan diagnosis atau gejala, yaitu 96 ribu orang atau 0,3 persen,” kata dia.

Deddy menyatakan, hadirnya pelayanan penyakit jantung yang lebih merata di fasilitas-fasilitas kesehatan tingkat utama di Jawa Barat, merupakan sebuah keniscayaan.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan kabupaten atau kota di Jabar, harus mengalokasikan anggaran fungsi kesehatan minimal 10 persen dari APBD sesuai amanat Undang-undang,” kata Deddy.

Deddy menambahkan, selain meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dari aspek kuratif dan rehabilitatif, perlu juga dilakukan upaya bahu-membahu mengkampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang diarahkan untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

“Untuk pencegahan dari aspek preventif dan promotif dengan sasaran perubahan perilaku atau gaya hidup setiap individu untuk menjalankan hidup bersih dan sehat. Harapannya kita bisa mengurangi risiko kematian akibat penyakit tidak menular seperti jantung,” tandas dia. (ant/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up