Nusantara

Titik Api Terpantau di Kabupaten Sukabumi

KLKH Tetapkan Lima Provinsi Rawan Karhutla

JAKARTA – Posko Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mencatat adanya dua titik panas atau hotspot di Provinsi Jawa Barat. Yakni, Kabupaten Sukabumi dan Indramayu.

Selain Jabar, ada 10 titik panas yang tersebar di provinsi di Indonesia yang terpantau Satelit NOAA19 pada 15 Agustus 2017, pukul 20.00 WIB. Yakni, 4 titik di Sumatera Selatan (Kabupaten Muba, Pali, dan Oku selatan), 3 titik di Lampung (Kabupaten Tulangbawang, Lampung Timur), 1 titik di Provinsi Banten, 2 titik di Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Sukabumi dan Kuningan) dan 2 titik di Provinsi Jawa Timur (kabupaten Madiun).

Sedangkan berdasarkan data dari hasil pantauan satelit TERRA/AQUA milik NASA yang diolah LAPAN dengan “confidence level” lebih besar sama dengan 80 persen menunjukan hasil yang sama yaitu ditemukan satu titik panas di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Nur Masripatin mengatakan sejumlah titip panas benar telah terpantau di Merauke, Papua. Setelah dilakukan pengecekan lapangan benar terdapat titik api dan lokasi karhutla di sana kebanyakan berada di kawasan vegetasi savana.

Menurut dia, pengecekan lapangan penting dilakukan mengingat titik panas yang terpantau satelit terkadang juga bersumber dari cerobong-cerobong asap milik industri.

KLHK juga menekankan pada pihak swasta untuk mendahulukan pencegahan karhutla dengan kewajiban memiliki sarana dan prasana pemadaman api, namun Nur mengatakan belum semua mengikuti kebijakan ini. Beberapa perusahaan masih belum memiliki sarana dan prasarana pencegahan karhutla sesuai aturan yang ditetapkan dan berdalih tidak pernah terjadi kebakaran di lokasinya.

Saat ini terdapat lima provinsi yang ditetapkan sebagai daerah rawan karhutla sebagai sasaran patroli yaitu di Riau (Daops Pekanbaru, Siak, Rengat dan Dumai), Sumatera Selatan (Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI), Kalimantan Barat (Daops Pontianak, Singkawang, Sintang, Semitau dan Ketapang), Kalimantan Tengah (Daops Palangkaraya, Pangkalan Bun, Kapuas dan Muara Teweh, serta Kalimantan Selatan (Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut).

Dengan demikian, total titik panas berdasarkan pencitraan satelit NOAA19 per 1 Januari sampai dengan 15 Agustus 2017 dilaporkan mencapai 1.466. Hal ini menurun sebanyak 189 titik (11,41 persen) jika dibandingkan periode sama di 2016 yang mencapai 1.655 titik panas.

Sedangkan data titik api berdasarkan pencitraan satelit TERRA/AQUA milik NASA per 1 Januari sampai dengan 15 Agustus 2017 dengan “confidence level” lebih besar sama dengan 80 persen juga menunjukkan penurunan sebanyak 1.881 titik panas (78,40 persen). Jika dibandingkan dengan periode sama 2016 yang mencapai 2.399 titik panas maka terdapat penurunan jumlah sebanyak 518 titik.(ant/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up