Sukabumi Raya

Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

FOTO1

Empat Remaja Lainnya dalam Perawatan Medis

CIKIDANG – Minuman keras oplosan di Kabupaten Sukabumi memakan korban. Satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya masih menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas yang dialami lima remaja asal Kecamatan Cikidang itu terjadi pada Rabu (10/1). Salah seorang korban, F, 15, kabarnya membawa minuman keras oplosan hasil kreasi sendiri. Dia membawanya untuk dibagikan kepada rekan-rekannya yang sedang berkumpul di salah satu minimarket di Kecamatan Cikidang, Rabu (10/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Miras oplosan itu kemudian diminum ramai-ramai. Namun selang sekitar 15 menit kemudian, salah seorang rekan korban, D, 14, tidak sadarkan diri. Pun F serta tiga rekannya yang lain.

D sempat dibawa orangtuanya ke puskesmas setempat. Namun karena kondisinya kritis, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir, kemarin (11/1). Hingga saat ini satu orang korban masih dalam perawatan di Puskesmas Cibadak dan satu korban lagi mendapatkan perawatan di RS Kartika Cibadak.

“Kabarnya ada lima orang yang jadi korban miras oplosan,” terang anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Saepu Hidayat, kepada wartawan, kemarin (11/1).

Sepengetahuannya yang diterima dari berbagai sumber informasi, lanjut Saepu, beberapa orang di antara korban miras oplosan itu masih berusia belasan tahun. “Empat orang katanya dirawat di puskesmas dan satu orang lagi meninggal dunia,” tandasnya.

Sementara itu di Kabupaten Gresik, peredaran narkoba di wilayah itu sudah menyentuh ke berbagai kalangan, termasuk generasi mudanya. Berdasarkan data yang Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik, sebanyak 23 pelajar menjadi pecandu narkoba. Angka tersebut menduduki peringkat kedua tertinggi data pecandu yang diklasifikasikan berdasar pekerjaan atau profesi.

Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto mengatakan, sepanjang 2017 BNN Gresik telah melakukan rehabilitasi terhadap 69 pengguna narkoba dari berbagai usia dan golongan. Sebanyak 23 diantaranya adalah pelajar.

“Jumlah pelajar yang tersandung kasus narkoba pada tahun ini naik hampir dua kali lipat. Dari yang semula hanya 10 orang pada 2016 menjadi 23 orang pada 2017,” ujarnya.

Menurut dia, pelajar jadi salah satu elemen yang diperhatikan BNNK Gresik. Bagi pengedar, mereka adalah sasaran empuk. “Usia mereka ini masih muda, kecenderungan pengedar akan meregenerasi pelanggannya. Kalau tidak diputus mata rantainya, pengedar ini akan terus cari yang baru,” jelasnya.

Untuk ranking teratas pecandu narkoba di Gresik merupakan pengangguran dan pekerja swasta. Jumlahnya sebanyak 40 orang dengan mayoritas pengguna sabu-sabu. “Kebanyakan mereka mendapatkan serbuk terlarang itu dari teman dekatnya,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Mahin, berupaya menekan angka peredaran narkoba dikalangan pelajar. Salah satunya dengan terus mengandeng BNN Gresik untuk mengunjungi sekolah-sekolah. “Selama ini kami dan BNN jemput bola dengan melakukan penyuluhan pencegahan narkoba. Kami juga meminta para guru untuk mengawasi para siswanya baik di dalam maupun area sekitar sekolah,” ujarnya. Kini, banyak sekolah yang sudah awas dengan narkoba. Tidak hanya pasang spanduk atau baliho bahaya narkoba di lingkungan sekolah, namun pengawasan lokasi cangkruk pelajar. “Narkoba ini jadi musuh bersama. Fungsi pengawasan ada di tiap individu, nanti soal penindakannya aparat yang bergerak,” pungkasnya.(red/fir/han)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up