Kesehatan

Sukabumi-Cianjur Masuk Prioritas Penanganan Anak Kerdil

JAKARTA – Upaya menekan kasus anak kerdil (stunting) terus dilakukan pemerintah. Di mana, saat ini prevalensi stunting di Indonesia terbilang masih cukup tinggi di banding negara-negara berpendapatan menengah lainnya.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pemerintah memfokuskan penanganan anak kerdil di 100 kabupaten/kota yang dinilai memiliki masalah ini tertinggi di Tanah Air pada 2017-2018.

“Kita lihat memang ada 100 kabupaten/kota yang kasus stuntingnya masih tinggi,” kata dia usai rapat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua TNP2K terkait penanganan masalah anak kerdil di kantor Wapres, kemarin (9/8).

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp60 triliun yang tersebar di 12 kementerian dan lembaga untuk penanganan stunting tersebut. Di mana, sebelumnya pemerintah menetapkan 50 kabupaten/kota yang akan diintervensi untuk penanganan stunting, namun saat ini bertambah menjadi 100 kabupaten/kota.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengungkapkan penambahan 50 daerah ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan TNP2K bahwa sudah ada intervensi di hampir 20 persen kabupaten/kota. Sehingga, penanganan di 100 kabupaten/kota akan dimulai 2017 hingga 2019.

Kabupaten/kota yang menjadi target prioritas untuk intervensi stunting adalah Kabupaten Aceh Tengah, Pidie, Langkat, Padang Lawas, Nias Utara, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Rokan Hulu.

Kabupaten Kerinci, Ogankomering Ilir, Kabupaten Kaur, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Bangka Barat, Natuna, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Kuningan.

Kemudian Kabupaten Cirebon, Sumedang, Indramayu, Subang, Karawang, Kabupaten Bandung Barat, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Klaten, Grobogan, Blora, Demak, Pemalang, Brebes, Kulon Progo, Trenggalek, Kabupaten Malang, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Nganjuk, dan Lamongan.

Selanjutnya Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pandeglang, Gianyar, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Lombok Utara, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Alor, Lembata, Ngada, Manggarai.

Kemudian Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Sabu Raijua, Kabupaten Ketapang, Barito Timur, Hulu Sungai Utara, Penajam Paser Utara, Malinau, Bolaang Mongondow Utara, Banggai, Enrekang, Buton, Boalemo, Kabupaten Gorontalo, Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju.

Termasuk Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Halmahera Selatan, Sorong Selatan, Tambrauw, Jayawijaya, Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, Dogiyai, dan Intan Jaya.(ant/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up