Kesehatan

Simak Ya, Tips Perjalanan Sehat untuk Anak-anak

Berbuka puasajpg
ilustrasi

SukabumiEkspres.com – Lebaran, bisa menjadi momen manis bagi anak-anak. Semanis kue dan permen yang dikonsumsi anak-anak lebih banyak dari biasanya. Namun sejatinya orang tua memang harus tegas.

Hal ini untuk mengantisipasi kesehatan anak pasca lebaran. Spesialis anak dr Laksmi Suci Handini SpA mengatakan, melonjaknya pasien anak pascalebaran adalah hal biasa baginya. Kebanyakan, pastinya adalah anak dengan batuk pilek atau diare. Semua itu tidak lain karena tingkah laku anak-anak saat lebaran berlangsung. ’’Ini masalah klasik. Walaupun sebenarnya para orang tua harus tetap antisipasi,’’ ungkapnya.

Laksmi menuturkan, dalam suasana lebaran, orang tua sering memberikan kompensasi pada anak mereka. Misalnya jam istirahat yang berkurang dan konsumsi makanan manis yang berlebihan.

Untuk jam istirahat, bila balita idealnya tetap diberikan 12-15 jam perhari. Dan bila sudah enam tahun keatas waktu istirahat minimal delapan jam perharinya. Dan perkara makanan manis, orang tua merupakan ujung tombak dari semua ini. Karena, menurut Laksmi, orang tua lah yang paling mengerti kondisi anak-anaknya. Dalam setiap kunjungan rumah, orang tua harus melihat apa yang dikonsumsi oleh anaknya.

Bila orang tua luput dan melihat anaknya sudah makan banyak permen daan cokelat, Laksmi menyarankan supaya tidak memarahi anaknya. ’’Itu kan bikin psikologis anak jadi down. Jadi lebih baik disiasati dengan disarankan lebih dulu sebelum pergi,’’ ujarnya. Apalagi, sambungnya, bila anak mempunyai alergi tertentu. Maka sebisa mungkin orang tua menjauhkan anak dari permen dan minuman bersoda.

Laksmi juga mengingatkan, bila hendak bepergian, baik dalam atau luar kota, supaya tidak lupa membawa persediaan air yang cukup dan obat-obatan. Obat yang bisa dibawa antara lain seperti obat panas, obat alergi, batuk-pilek, mencret, oralit, obat-obatan untuk luka, dan pembersih tangan instan.

Bila anak demam dan masih di bawah 38 derajat, Laksmi menganjurkan untuk dikompres air hangat terlebih dahulu. Bila diatasnya, bisa diberikan obat antidemam. Lalu untuk batuk dan pilek, anak harus banyak minum air putih hangat untuk mengencerkan dahaknya.

Daya tahan tubuh anak memang belum terbentuk dengan sempurna, apalagi pada bayi. Karena itu, untuk mudik atau bepergian keluar kota, Laksmi lebih menganjurkan bayi diatas enam bulan yang suda bisa diajak. Karena pada usia itu, bayi sudah mendapatkan beberapa imunisasi yang cukup menguatkan tubuh mereka. ’’Intinya, bila orang tua sudah memberi kompensasi, artinya mereka juga sudah siap dengan akibat di kemudian hari,’’ tandasnya. (ina/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up