Sukabumi Raya

Satu Jenazah TKW Tiba di Rumah Duka

PHOTO1

Dijemput Langsung Disnakertrans ke Bandara

SUKABUMI – Jenazah  Iros Rosidah, 33, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cibarongbok RT 02/RW 05 Desa/ Kecamatan Cicantanyan, Kabupaten Sukabumi, tiba di rumah duka sekitar pukul 21.15 WIB, kemarin (1/2).

Keluarga yang sudah dari sore menyambut kedatangan jasad yang diduga menjadi korban pembunuhan di Uni Emirat Arab itu dengan tangisan.

“Kami menjemput langsung ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan membawa mobil ambulans,” ujar Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar saat dihubungi Sukabumi Ekspres, kemarin (1/2).

Dia mengatakan, kedatangan jenazah ini agak sedikit terlambat, karena pesawat landingnya tiba pukul 14.30 WIB. “Prediksinya sore sudah tiba di rumah duka, tapi karena keterlambatan tersebut jadi agak terlambat,” terangnya.

Di rumah duka, banyak warga yang menyambut kedatangan jenazah, sekaligus untuk ikut melayat.

“Luar biasa, warga sangat padat sehingga saat mobil ambulans Baznas Kabupaten Sukabumi ini tiba, sedikit kesulitan,” pungkasnya.

Sebelumnya, selain Iroh Rosidah, diketahui ada dua TKW asal Sukabumi yang diduga menjadi korban pembunuhan di Abu Dhabi. Dia adalah Nurul binti Darmuji, tenaga kerja wanita (TKW) warga Kampung Sampalan RT 01/RW 08 Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

Namun pihak keluarga Nurul masih belum yakin penyebab kematian perempuan berusia 30 tahun ini meninggal dunia karena diduga dibunuh. Pasalnya hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah.

Berdasarkan informasi, sekitar 2013 lalu Nurul berangkat bekerja sebagai TKI ke Abu Dhabi secara legal melalui salah satu perusahaan jasa tenaga kerja. Selama bekerja di sana, komunikasi antara Nurul dan keluarganya di Sukabumi berjalan normal. Namun pada 22 Desember 2017, pihak keluarga di Sukabumi mendapatkan pesan singkat melalui telepon seluler yang mengabarkan Nurul meninggal dunia karena dibunuh. Pemberi kabar itu mengaku bernama LS yang tak lain teman sejawat Nurul di Abu Dhabi. Dalam pesannya itu juga, LS mengabarkan jika dalam peristiwa pembunuhan itu terdapat empat korban lainnya selain Nurul. “Kabarnya seperti itu,” kata Ali, 32, paman korban, kepada wartawan, belum lama ini.

Untuk memastikan informasi itu, kata Ali, keluarga pun langsung menghubungi petugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi. Informasi meninggal dunianya Nurul dibenarkan pihak KBRI. Hanya saja pihak keluarga yang diberi tahu penyebab kematian Nurul. “Makanya kami masih bingung dengan informasi ini, terutama penyebab meninggalnya,” tuturnya.

Pihak KBRI juga mengirimkan fotokopi paspor Nurul ke pihak keluarga di Sukabumi. Tujuannya untuk memastikan kebenaran identitas. “Memang itu Nurul. Selain ke KBRI, kami juga mendatangi Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) agar lebih yakin. “Di sana kami dibawa ke Mabes Polri untuk mengecek sampel darah orangtua. Ini untuk mencocokkan dengan darah Nurul,” ucapnya.

Pihak keluarga sudah menerima kejadian yang dialami Nurul. Namun keluarga berharap agar jasad Nurul bisa segera dipulangkan serta kejelasan penyebab kematiannya. “Itu saja yang kami minta,” tandasnya.

Sementara itu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi masih mencari tahu penyebab meninggalnya TKI asal Sukabumi itu. Disnakertrans baru mendapatkan informasi itu dari NGO buruh migran.

“Ya, usai mendapatkan informasi tersebut kami terus membangun komunikasi dan koordinasi khususnya dengan pihak keluarga untuk memastikan kabar sebenarnya,” ujar Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, saat dihubungi Sukabumi Ekspres, kemarin, (31/1).

Upaya kali ini, lanjut Ali, yaitu melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negri, (Kemenlu), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Konsulat Jenderal RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Kita sudah konfirmasi ke konsulat agar diberi akses info perkembangan korban. Karena akses kemenlu lebih kepada keluarga dan sepertinya untuk menghindari hingar-bingar pemberitaan,” terangnya.

Ali mengaku, pihaknya juga segera mencarikan solusi berkenaan dengan percepatan pemulangan jenazah. Khususnya kasus hukum kematian korban, memastikan hak-hak korban, meminta pertanggungjawaban pihak yang memberangkatan, dan melakukan penyelidikan proses penempatan serta perlindungan TKI ke luar negeri tersebut.

“Keluarga sudah menunjuk kuasa hukum dan korban ini berangkat secara prosedural tahun 2013. Korban terdata resmi sebagai buruh migran,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ali, Disnakentrans juga berusaha memulangkan TKI lainya ke tempat tinggalnya yaitu Iros Rosisah warga Kampung Cibarengko RT 02/05, Desa/Kecamatan Cicantayan.

“Kami juga menjemput korban kemarin dan insya Allah diprediksikan sampai di rumahnya hari ini (kemarin),” pungkasnya.(mg1/tts)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up