Kiprah MUI & Baznas

Sasar Anggota DPRD jadi Muzaki

PENGHIMPUNAN zakat profesi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berbeda dengan daerah-daerah di Indonesia. usut punya usut, Baznas Kota Mataram juga menyasar para anggota DPRD setempat menjadi muzaki untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah di daerah ini.

“Penarikan zakat dari para anggota dewan akan kita mulai dengan sosialisasi,” kata Ketua Baznas Kota Mataram H Mahsar Malacca, kemarin.

Mahsar yang ditemui seusai menghadiri rapat evaluasi pelaksanaan program Baznas mengatakan, sosialisasi penarikan zakat tersebut dilakukan khusus untuk anggota dewan yang muslim. “Zakat hanya untuk umat muslim, sementara yang nonmuslim ada lembaga tersendiri,” katanya.

Ia mengakui, sejak Baznas berdiri anggota dewan belum pernah ditarik zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui Baznas, karena mungkin anggota dewan sudah memiliki lembaga masing-masing untuk berzakat.

Menurutnya, penarikan zakat memiliki dua dasar hukum, yakni hukum duniawi dalam bentuk peraturan daerah dan peraturanwali kota serta hukum “ukhrowi” yakni Al Quran dan hadist. “Jadi semestinya berzakat berdasarkan kesadaran sendiri tanpa ditagih,” katanya.

Namun demikian, sebagai ikhtiar mendapatkan zakat dari anggota dewan, Baznas Kota Mataram tetap akan melakukan sosialisasi kepada para anggota dewan. Apalagi, perda tentang zakat dan peraturan wali kota sudah ada yang diterbitkan oleh para legislator.

“Harapannya, tanpa melakukan sosialisasi panjang lebar, kesepakatan penarikan zakat dengan anggota dewan bisa terealisasi,” katanya.

Sedangkan untuk para pegawai di sekretariat dewan, rata-rata sudah berzakat meskipun belum sesuai perwal, sebesar 2,5 persen dari gaji kotor.

Menurutnya, ZIS yang berhasil dihimpun Baznas Kota Mataram tahun 2016 sekitar Rp4,8 miliar. ZIS tersebut, lanjutnya, disalurkan melalui berbagai program kemaslahatan umat yang terbagi dalam lima program, yakni Mataram Peduli, Mataram Sejahtera, Mataram Cerdas, Mataram Sehat, dan Mataram Takwa.

Dalam Program Mataram Peduli diperuntukkan bagi kaum duafa berupa bantuan kepada fakir miskin, bedah rumah, santunan lansia dan bantuan bencana alam.

Sedangkan Program Mataram Sejahtera adalah pemberian bantuan modal dan bantuan bergulir bagi usaha kecil, Mataram Cerdas diarahkan untuk program beasiswa, sedangkan Mataram Sehat bantuan bagi warga miskin yang memiliki penyakit berat dan membutuhkan penanganan darurat.

“Sementara Program Mataram Takwa merupakan bantuan bagi marbot, guru mengaji, mualaf dan lainnya,” tandas dia. (ant/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up