Nusantara

Romi Sarankan Setnov Profesional Hadapi Proses Hukum

FOTO2

CIAMBAR – Kasus yang menjerat Ketua DPR RI, Setya Novanto, menarik perhatian banyak pihak. Apalagi setelah hilangnya Ketua Umum Partai Golkar itu saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjemput paksa Setya Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi KTP elektronik di rumahnya, Rabu (15/11) malam.

Satu di antaranya diungkapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, berharap agar Setya Novanto gentelman menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

“Tentunya kami prihatin atas kasus yang menjerat pak Setnov (Setya Novanto),” kata Romi usai menghadiri acara Multaqo Sanawiy Internasional dan Haul Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al-Malikiy al Hasaniy di Ma’had Darul Habib Islamic Boarding School, Kampung Cipamutih, Desa/Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, kemarin (16/11).

Romi menyarankan agar Setnov bersikap lebih profesional menghadapi proses hukum. Sehingga nantinya tidak akan menimbulkan berbagai preseden buruk dalam proses penegakkan hukum. Apalagi Setnov bukan hanya sebagai pimpinan partai politik besar di Indonesia, tapi juga pimpinan lembaga negara yang terhormat.

Ketika disinggung menghilangnya Setnov sebagai tindakan pengecut? Romi enggan memberikan komentar lebih lanjut. Apalagi Romi juga tak mengetahui persis penyebab menghilangnya Setya Novanto saat akan dijemput paksa KPK. Namun Romi berharap KPK tetap bekerja sesuai prosedur. Dia meyakini apa yang dilakukan KPK adalah bagian perjuangan jangka panjang untuk bangsa.

Sementara menyangkut sikap politik PPP pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018, Romi mengatakan PPP sudah menyatakan diri mendukung Ridwan Kamil. Hanya saja sampai saat ini Ridwan Kamil belum mendapatkan pendampingnya.

“Kami (PPP) akan mendorong Kang Uu (Ruzhanul Ulum) mendampingi Ridwan Kamil,” tambah dia.

Saat ini ramai digadang-gadang Ridwan Kamil akan dikawinkan dengan Daniel Muttaqien Syafiudin, kader dari Partai Golkar. Namun Romi memastikan keputusan Partai Golkar itu dilakukan sepihak karena partai lainnya yakni NasDem, PPP, dan PKB, tak diajak musyawarah sebagai mitra koalisi. “Jadi kami menganggap itu bukan keputusan final,” tegasnya.

Awal bulan depan PPP akan menggelar rapat bersama Partai NasDem dan PKB. Rapat itu untuk memastikan soliditas dalam menentukan pendamping Ridwan Kamil. Pertimbangan lain menentukan figur pendamping RK, kata Romi, tentunya harus memerhatikan spektrum warna demografi yang dibutuhkan warga Jabar. Jika Ridwan Kamil merupakan representasi dari intelektual milenial, maka pendampingnya harus merupakan representasi santri milenial.

Kegiatan Multaqo Sanawiy Internasional dan Haul Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al-Malikiy al Hasaniy di Ma’had Darul Habib Islamic Boarding School dihadiri lebih dari 1.500 peserta. Mereka merupakan kalangan tokoh masyarakat dan kyai dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir juga ulama dari berbagai negara.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up