Sukabumi Raya

Ribuan Buruh Youngstar Ngamuk

PHOTO1

Imbas Pemecatan Sepihak yang Dilakukan di Rumah Karyawan

CIBADAK – Ribuan buruh PT Younghyun Star I, di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi melakukan aksi mogok kerja di depan gerbang perusahaan, kemarin (12/2).

Selain orasi para buruh melakukan aksi blokir akses masuk ke perusahaan. Aksi tersebut dilakukan, karena beberapa buruh diberhentikan secara sepihak. Sementara dilokasi, sejumlah anggota polisi terlihat mengawal jalannya aksi.

“Saya memang habis kontrak dan diberhentikan. Tapi, anehnya pemutusan kontrak ini datang ke rumah,” ujar Ruslan Abdul Gani, seorang buruh yang ikut unjuk rasa, kemarin (12/2).

Menurutnya, mogok kerja ini juga menyusul akibat ada intervensi pekerja asing terhadap HRD (human resource departement), sehingga perusahaan ini tidak bekerja secara profesional. Di antaranya kebijakan karyawan harus 70 persen warga Sekarwangi dan 30 persen warga luar diabaikan perusahaan.

“Kami meminta pihak managemen menciptakan kondusifitas, jangan hanya menuntut etika kepada karyawan, tapi berlakukan untuk semua yang ada di perusahaan ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Sekarwangi Anwar Syarifudin mengatakan, pihaknya meminta perusahaan untuk mengabulkan sejumah tuntutan khususnya kuota rekritmen desa setempat. Lainnya, segea mengeluarkan seorang pekerja asing dan beberapa pejabat bagian HRD perusahaan tersebut karena dinilai buruh tidak profesional.

“Proses pemecatan yang dilakukan beberapa pejabat HRD ke rumah salah satu karyawan ini jelas sudah melanggar peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Apalagi, kata Anwar perlakuan pejabat pabrik yang membentak dan memberhentikan salah seorang buruh wanita tergolong masyarakat kurang mampu, jelas tidak bisa diterima karyawan lain bahkan memancing amarah mereka.

“Saya sebagai kepala desa akan bekerja profesional demi warga dan perusahaan, bukan tameng buat warga. Perusahaan menganggap sepele warga di sini,” ungkapnya.

Kapolsek Cibadak Polres Sukabumi Kompol Suhardiman meminta, semua pihak memahami aturan main perekrutan dan pemutusan kontrak. Dia menilai, pemutusan kontrak salah satu karyawan yang dilakukan langsung di rumahnya merupakan kesalahan besar pihak perusahaan.

“Kami harapkan perusahaan dan warga sekitar membuat suasana nyaman sebagai rekanan yang saling menguntungkan,” imbaunya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada perwakilan PT Younghyun Stas I yang memberikan komentar.(mg1/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up