Gerbang Desa

Proyek Jalan Lingkungan Diduga tak Sesuai Spek

OPEN Gerdes
DIPERTANYAKAN: Pengerjaan jalan lingkungan sepanjang 650 meter dan lebar 1 meter dipertanyakan warga karena diduga tak sesuai spek.

Warga Laporkan ke LIP Tipikor

GUNUNGGURUH – Lembaga Independen Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (LIP Tipikor) mendapatkan laporan dari masyarakat soal pengerjaan pembangunan jalan lingkungan diduga tak sesuai spek. Lokasinya berada di Kampung Babakan RT 04/RW 05 Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh.
Dalam surat perintah kerja (SPK) yang dikeluarkan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Kebersihan (Distarkumsih) Kabupaten Sukabumi bernomor: 600/SPK.A.12-149/PPK-PLPP Tanggal 17 April 2017, nilai anggaran proyek Rp141.330.000 juta. Dalam SPK itu Pejabat Pemegang Komitmen (PPK) Devi Mulana dan penyedia jasa CV Walargi Abadi.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat soal dugaan proyek pembangunan jalan lingkungan yang diduga tidak sesuai spek. Setelah kita cek kelapangan, ternyata di sana saya telaah ketebalan aspal tidak sesuai dengan anggaran,” ujar Ketua LIP Tipikor, Erlan Agustian, kemarin (25/5).

Ia mengaku akan mempelajari laporan tersebut dan selanjutnya akan membuat surat laporan resmi untuk ditembuskan ke Unit Tipikor Mabes Polri, Inspektorat, serta dan Kejari Cibadak agar mengaudit proyek pekerjaan tersebut. “Indikasi pengurangan spek pembangunan sudah kita cek. Secepatnya kami akan membuat laporan ke pihak hukum untuk bisa mengaudit proyek tersebut,” jelasnya.
Pengerjaan proyek jalan lingkungan itu sepanjang 650 meter dengan lebar 1 meter. Ironisnya, pengerjaannya tanpa disertai papan proyek.

“Pengerjaannya terkesan buru-buru. PPK juga mestinya harus bisa mengawasi jangan asal memberikan SPK,” tandas dia.
Kades Cikujang Uus Somatri membenarkan di wilayahnya terdapat proyek pembanguan jalan lingkungan. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan laporan atau rekomendasi dari pihak rekanan. “Pihak pemborong tidak melaporkan kepada kami. Tapi informasi dari kecamatan, perusahaan tersebut meminta surat berita acara pekerjaan sudah selesai dan diserahkan kepada kecamatan. Namun pihak kecamatan tidak memberikan dengan alasan harus ada surat rekomendasi dari pemerintah desa. Itu yang saya tau,” jelas Uus.

Ia tak memungkiri adanya jalan lingkungan bisa membantu dan bermanfaat untuk masyarakat. Namun, ia menyayangkan proses pekerjaan tak diberitahu sebelumnya. “Mestinya pihak desa diberitahu dari awal,” tandasnya.(udi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up