Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Pungli e-KTP

PHOTO1

Oknum ASN Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Diamankan

SUKABUMI – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, kemarin (5/3). OTT dilakukan setelah aparat kepolisian menerima laporan terkait adanya dugaan praktik pungutan liar di kantor yang berlokasi di Jalan Raya Rambay, Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sukabumi Ekspres, tim Saber Pungli mendapatkan laporan dari warga yang kecewa dengan adanya praktik pungli di kantor tersebut. Korban pungli berinisial YS, warga Kecamatan Sukaraja mengaku dimintai uang sebesar Rp 250 ribu untuk menebus Kartu Identitas Penduduk Elektronik (e-KTP). Korban mengaku proses pembuatan e-KTP juga berlangsung cukup lama. Bahkan satu tahun sebelumnya, korban sempat mengajukan pembuatan e-KTP dan dimintai uang sebesar Rp 300 ribu oleh salah seorang oknum pegawai Disdukcapil.

“Di depan ada yang mengarahkan, kalau tidak mau lama bikin e-KTP, disuruh langsung ke ruangan belakang saja. Terus awalnya disuruh bayar Rp 300 ribu kalau ingin cepat jadi, tapi saya tunggu tidak ada kabar. Terus pas saya dateng lagi, ada e-KTP yang sudah jadi, tapi harus ditebus Rp 250 ribu,” ungkap YS Kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (5/3).

Setelah mendapatkan laporan, tim Saber Pungli langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pegawai di instansi pemerintahan tersebut. Sejauh ini belum diketahui pasti berapa orang oknum pegawai yang terindikasi melakukan praktik pungli dalam OTT tersebut. Tim Saber Pungli juga langsung melakukan proses pemeriksaan secara langsung di salah satu ruangan kearsipan yang menjadi aktivitas pengurusan pembuatan e-KTP.

Pantauan di lapangan, OTT dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Ketegangan sempat terjadi antara petugas penyidik dengan pejabat kearsipan. Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berseragam lengkap yang diketahui menjabat sebagai Kepala Arsip Disdukcapil berinisial DS pun dimintai keterangan polisi berikut barang buktinya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, hasil dari OTT tersebut polisi berhasil meringkus seorang oknum ASN yang diduga melakukan pungli, berikut sejumlah barang bukti, diantaranya uang Rp 6 juta, dua buah ponsel, sembilan keping e-KTP dan puluhan surat permohonan e-KTP. “Kami mengamankan pelaku berinisial DD yang merupakan salah satu pegawai Disdukcapil. Penangkapan ini hasil dari laporan masyarakat bahwa administrasi kependudukannya masih ditahan, serta harus menyerahkan sejumlah uang,” beber Susatyo di Mapolres Sukabumi Kota, usai OTT.

Ia menambahkan, modus yang dilakukan pelaku yakni dengan melakukan penahanan e-KTP yang sudah jadi, hingga meminta sejumlah uang kepada korban. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. “OTT ini merupakan pengungkapan awal dan tentunya kami akan melakukan pendalaman dan penyelidikan lanjutan apabila ada pihak lain yang terlibat. Apakah ini dilakukan secara sistematis atau memang oknum tersebut yang menahan e-KTP dan meminta sejumlah uang,” imbuhnya.

Polisi menerapkan Undang-undang nomor 24 Tahun 2013 atas perubahan Undang-undang nomor 2006 tentang administrasi kependudukan Pasal 95 tentang pungutan terhadap proses pembuatan dokumen kependudukan, dengan ancaman enam tahun penjara. “Kami sering menerima keluhan dari masyarakat mengenai adanya pungutan saat pengambilan e-KTP ini, tentu ini sangat meresahkan. Dengan adanya operasi ini, kami harap pelayanan Disdukcapil lebih baik ke depan,” pungkas Susatyo.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Sofyan Effendy mengaku kaget dengan adanya OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Saat kejadian, Sofyan mengaku sedang rapat di kantornya. Sofyan mengaku sudah menjabat selama lima tahun di Disdukcapil Kabupaten Sukabumi dan sudah berusaha mengikis praktik pungli di instansi yang dipimpinnya itu. Sofyan mengklaim, selama ini Disdukcapil Kabupaten Sukabumi sudah melakukan pelayanan sesuai SOP.

“Saya kaget, begitu mau mengakhiri rapat katanya ada tim Saber Pungli ke kantor kami. Jadi, saya baru mendapatkan info sampai di situ, belum mendapatkan info lain-lain. Intinya saya belum mengetahui siapa oknum yang melakukan pungli. Saya informasikan, kantor Disdukcapil sudah melakukan pelayanan sesuai SOP,” akunya.(ovi/hrl/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up