Kiprah MUI & Baznas

PNS Pelit Bayar Zakat

20170427_132618

Rata-rata Pengumpulan Zakat 30 Juta Tiap Bulan

 JL VETERAN – Kesadaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Sukabumi untuk menunaikan kewajiban zakat penghasilan, masih rendah. Hal ini diketahui dari hasil pengumpulan zakat infaq dan shodaqah oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.

Padahal, meski ada instruksi dari Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz kepada PNS agar membayar zakat profesi, namun tetap saja banyak yang enggan melaksanakannya.

Berdasarkan data Baznas Kota Sukabumi, kurang dari 10 persen ASN di Kota Sukabumi yang menyalurkan zakatnya.

Wakil Ketua III Baznaz Kota Sukabumi, M Kusoy mengatakan, ASN belum sepenuhnya sadar akan zakat sebanyak 2,5% yang wajib disalurkan ke lembaganya.

“Itu (bayar zakat) sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Wali Kota Nomor 1 Tahun 2016,” ujar dia kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (27/4).

Namun sampai saat ini, intruksi itu tak digubris dan tak berlaku bagi segelintir ASN di Kota Sukabumi. Karena jumlah penerimaan zakat bulanan yang diharapkan berdasarkan data lembaganya tak sesuai dengan nominal yang didapat.

“Hukum dari semua bentuk penghasilan halal itu wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab dalam satu tahun setara dengan harga emas 85 gram setahunnya,” jelas dia

Menurut Kusoy, penghasilan berupa gaji ASN di angka Rp 3,7 juta hingga 4 juta per bulannya namun jika dikalikan setahun sudah mencapai nisab dan wajib hukumnya untuk berzakat.

Potensi pengumpulan zakat PNS diatas Rp500 juta, sayang tiap bulanya hanya diangka rata-rata Rp30 juta. Di mana, bulan Januari tembus Rp 32 juta, Februari senilai Rp 36 juta dan Maret menjadi Rp 39 juta.

“Jelas ini masih banyak ASN yang tak sadar berzakat. Instruksi pemerintah pusat hingga daerah sudah ada, tinggal kesadarannya saja yang belum ada. Apalagi Allah juga memerintahkan untuk berzakat seperti yang ada dalam Alquran Surat At-Taubah Ayat 103,” sebut Kusoy.

Kusoy mengakui bahwa kesadaran zakat di wilayahnya masih sangat lemah. Sebab masing kurangnya edukasi dan sosialisasi yang dimiliki, termasuk gerakan sadar zakat belum ditumbuhkan. Akibatnya jumlah warga miskin di Kota Sukabumi masih belum ditekan secara signifikan.

Selain ASN, Ia berharap pelaku usaha bisa menyalurkan zakat profesinya. “Saya kira ini kesalahan bersama. Mari kita bersama-sama menuntaskan kemiskinan lewat zakat,” tandas dia. (job4/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up