Sosok

Perempuan Harus bisa Mendampingi Suami

Kartini
Erni Wati, A.Md.Keb

HARI ini, 21 April, diperingati sebagai lahirnya pejuang emansipasi wanita, RA Kartini. Seiring berjalannya waktu, tak sedikit yang muncul dalam berbagai kancah di Indonesia. Pun di Kota Sukabumi yang notabene merupakan kota kecil. Banyak muncul Kartini-Kartini baru. Satu di antaranya Erni Wati. Menyandang predikat sebagai istri Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi, tentunya perempuan kelahiran 11 Januari 1967 ini memegang peranan penting terhadap karier suami dan keluarga. Bagaimana ia menjalaninya? Simak petikan wawancara wartawan Sukabumi Ekspres, Dilla Novianti dengan Erni Wati, A.Md. Keb.

1. Apa makna Hari Kartini bagi ibu selaku istri Ketua DPRD Kota Sukabumi?
“Kartini merupakan sosok perempuan yang hebat yang berani berpendapat dan berani memperjuangkan hak perempuan yang menurut dia benar. Beliau perempuan tangguh. Di sanalah saya harus mencontoh bagaimana emansipasi wanita itu”

2. Kenapa dulu ibu memilih suami dari kalangan politisi atau pejabat publik?
“Perjuangan saya mengawal suami sejak kami menikah tahun 1994. Pada 2002 kami dikaruniai anak. Sebelum menikah, profesi saya sebagai bidan. Awal menikah bapak bekerja di perusahaan tanah liat. Bapak memulai usahanya sendiri. Sampai saat ini saya tetap mendampingi bapak. Sebelum seperti sekarang yang dipercaya menjadi Ketua DPRD, bapak sempat gagal mencalonkan. Namum saya terus memberi semangat. Hingga akhirnya keinginan itu tercapai. Awalnya saya tidak mau bapak menjadi ketua Dewan, karena masih ada almarhum (HM Muslikh Abdusyukur) saat itu. Tetapi bapak pernah diamanatkan almarhum untuk menjadi ketua Dewan. Akhirnya saya pun mau tidak mau setuju ketika bapak harus mengemban amanat karena harus dijalani. Saya mencoba memberikan nasihat, jangan sampai amanat tersebut dipergunakan dengan tidak baik. Harapanya bapak bisa membawa aspirasi masyarakat untuk Kota Sukabumi lebih baik. Di sisi lain saya juga bangga karena sukses mengawal suami. Bagaimanapun juga bapak sering curhat ke saya. Itu salah satu kunci kesuksesan, yakni adanya saling percaya antara suami dan istri”

3. Bagaimana ibu membagi tugas rumah sebagai ibu rumah tangga dengan pekerjaan sebagai bidan?
“Membagi waktu antara pekerjaan rumah tangga, profesi menjadi bidan, dan juga sebagai istri pejabat, tentunya tidak mudah. Tetapi saya memanaje sebaik mungkin waktu itu. Sekarang saya bertugas di Puskesmas Cicantayan. Sebelum berangkat, setiap hari saya menyiapkan sarapan suami dan anak di rumah. Setelah itu saya bekerja dan pulang sore. Dengan aktivitas kami yang sama-sama sibuk, waktu bertemu dengan suami tentunya jadi sedikit. Ini jadi tantangan karena tidak mudah. Tapi kami selalu menyempatkan waktu bersama-sama”.

3. Pernahkah tdulu terbersit suami seorang politisi?
“Tidak pernah terbesit sedikit pun punya suami seorang Ketua DPRD. Sampai sekarang saja antara percaya dan tidak”.

4. Bagaimana ceritanya ibu bisa menjadi bidan?
“Almarhum bapak dulu background-nya bidang kesehatan. Makanya saya bercita-cita terjun di dunia kesehatan. Setelah lulus SMA, saya melanjutkan sekolah ke Sekolah Perawat Kejuruan (SPK). Melalui tekad dan keyakinan, kemudian melanjutkan mengambil D1 hingga D3 Kebidanan. Bersama bapak (suami) saya berencana melanjutkan ke jenjang S1”.

5. Menurut ibu, seperti apakah perempuan ideal itu?
“Menurut saya perempuan itu harus sehat. Perempuan yng sehat bisa mendukung segala faktor di rumah tangga untuk kemajuan keluarga dan untuk masyarakat. Di kalangan istri-istri anggota Dewan, saya mengajak mereka membuat kegiatan tes Papsmear dan HPV agar kalangan perempuan selalu sehat. Selain itu saya mengajak para istri anggota Dewan agar lebih cerdas dan pintar, bukan hanya sekadar mejeng. Mereka (para istri) harus mampu menampung aspirasi masyarakat dan harus bisa mengarahkan masyarakat. Dalam setiap pertemuan saya selalu mewajibkan untuk bergiliran memberi materi. Contoh kecilnya soal tata cara pembuatan BPJS kepada masyarakat”

6. Apa yang diharapkan dari kegiatan itu?
“Seorang istri yang pintar dan cerdas, maka bisa membawa suaminya lebih baik lagi. Seorang istri harus juga bisa jadi penyejuk di rumah tangga”.

Profil
Nama Lengkap : Erni Wati, A.Md. Keb
Tanggal Lahir : 11 Januari 1967
Pendidikan : – SDN Tipar
– SMPN 1 Sukabumi
– Sekolah Perawat
– Diploma 1 Kebidanan di Cianjur
– Diploma 3 Kebidanan di STIKes Sukabumi

Pengalaman Kerja : – Di RS Assyifa 3 Tahun
– Puskesmas Cicantayan sampai sekarang
Hobi : Mendengarkan musik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up