Metropolitan

Pengganti Hanafie masih ‘Misterius’

FOTO1

Tunjuk Pejabat Plt Dulu, Baru Definitif

JL PERINTIS KEMERDEKAAN – Sekda Kota Sukabumi Hanafie Zain, hari ini resmi menanggalkan jabatannya. Ia memilih pensiun dini karena berencana akan mencalonkan diri pada Pilwalkot Sukabumi.

Siapa penggantinya, belum ada kepastian. Hanya saja Pemkot Sukabumi mengisyaratkan jika pengganti Hanafie Zain baru sebatas pejabat pelaksana tugas (Plt).

“Pengganti pak sekda sejauh ini pak wali kota belum menunjuk. Tapi kita tunggu saja, apakah besok atau lusa,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Sukabumi, Saleh Makbullah, ditemui seusai upacara peringatan HUT Korpri ke-46 di Lapang Merdeka, kemarin (29/11).

Saleh menyebutkan mekanisme penunjukan pejabat pelaksana tugas sekda tak terlalu rumit. Pasalnya, penentuan pejabat itu merupakan kewenangan kepala daerah dalam hal ini wali kota. “Mekanisme Plt itu tak ada seleksi. Tidak harus ada persetujuan gubernur. Paling nanti setelah ada penunjukkan, baru kita tembuskan laporan ke gubernur,” tutur Saleh.

Kualifikasi pengganti sekda harus pejabat eselon II. Artinya, hampir semua kepala dinas di lingkungan Pemkot Sukabumi memiliki kesempatan dipercaya sebagai Plt. Pun nanti jika bakal ada penetapan untuk sekda definitif, semua kepala dinas yang memenuhi persyaratan bisa memiliki kesempatan.

“Sekarang Plt saja dulu, baru nanti definitif. Mungkin saja penetapan sekda definitif oleh kepala daerah baru. Nah kalau itu harus laporan ke gubernur bahkan ke mendagri,” sebutnya.

Saleh menargetkan pekan-pekan ini penunjukkan Plt sekda sudah ada. Pasalnya, mendekati Pilkada tidak boleh ada kekosongan lantaran sekda memiliki peran strategis. Hanya saja dengan status sebagai plt, kewenangannya pun akan dibatasi.

“Mungkin minggu-minggu ini lah karena kan jangan sampai ada kekosongan (jabatan). Nanti Plt sekda juga bertugas sebagai koordinator OPD dalam berbagai hal, seperti pembanguan, administrasi, dan lainnya. Termasuk mengawasi pelaksanaan pilkada karena sekda itu ex-officio Ketua DESK Pilkada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz mengatakan untuk penggantian posisi sekda terlebih dulu akan mencari pejabat pelaksana tugas (Plt). Muraz akan memberikan kesempatan menetapkan sekda definitif kepada kepala daerah yang baru. “Plt saja dulu. Kalau untuk penentuan Plt itu tak perlu meminta persetujuan gubernur. Paling kita hanya lapor saja,” kata Muraz belum lama ini.

Muraz menargetkan pejabat yang nanti akan menjabat sebagai Plt sekda sudah ada pas Hanafie Zain pensiun dini. Penetapan pejabat pelaksana tugas di antaranya akan didasari pertimbangan kinerja, dedikasi, serta hasil kerja. “Banyak nama yang sudah dipegang. Di kita (Pemkot Sukabumi) lebih kurang ada 15 kepala dinas. Semuanya memiliki kesempatan. Tapi nanti kita akan melapor dulu ke mendagri. Kepala SD yang akan dilantik saja sekarang mah harus laporan dulu ke menteri,” tuturnya.

Penggantian pejabat saat ini harus mengacu pada Undang Nomor 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Undang-undang itu mengatur mekanisme pelaksanaan mutasi jabatan. Artinya, mutasi jabatan harus meminta izin menteri dalam negeri. “Sekarang ini pelantikan harus seizin mendagri karena berkaitan dengan pilkada. Sesuai aturannya, enam bulan sebelum pendaftaran bakal calon, semua proses pelantikan harus lapor ke mendagri,” terang Muraz.

Berdasarkan tahapan dan jadwal pilkada serentak 2018, pendaftaran pasangan calon akan dibuka pada 8-10 Januari 2018. Kota Sukabumi sendiri akan melaksanakan pemilihan wali kota dan wakil wali kota yang waktunya bersamaan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. “Bagi pegawai yang pensiun juga sekarang harus dilaporkan ke mendagri. Prosedurnya seperti itu agar jangan sampai proses mutasi pegawai itu kental unsur politisnya,” terangnya.

Proses penggantian sekda sendiri saat ini sedang dalam pembahasan. Namun Muraz masih merahasiakan nama yang nantinya akan menggantikan posisi Sekda Kota Sukabumi, Hanafie Zain. “Semua kepala dinas juga mempunyai kesempatan. Bagi yang pejabat eselon II B masuk kriteria naik jadi eselon II A,” tandasnya.(hrl/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up