Metropolitan

Pembangunan Pasar Pelita Baru 12 Persen

PHOTO3

SUKABUMI – Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi terus berprogres. Saat ini sudah dilakukan pemasangan tiang pancang.

Target pembangunannya selama 750 hari kalender terhitung sejak awal Oktober tahun lalu. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi terus mendorong proses pembangunannya.

Progres pembangunan diperkirakan baru mencapai 12 persen. Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, Perindustrian Kota Sukabumi meninjau perkembangan pembangunan Pasar Pelita yang dikerjakan PT Fortunindo Artha Perkasa.

Pembangunan Pasar Pelita menelan biaya sekitar Rp164 miliar. Rencanannya akan dibangun empat lantai. Sebelumnya dana yang diperlukan mencapai Rp350 miliar karena akan dibangun delapan lantai. Komisi II DPRD Kota Sukabumi berharap pembangunan Pasar Pelita cepat selesai. Hanya saja proses pembangunan terkendala pedagang kaki lima (PKL) yang menghalangi masuknya mesin crane.

“Setelah dipegang PT Fortunindo, pembangunan Pasar Pelita akan jadi empat lantai saja. Informasi terkait anggaran berdasarkan penjelasan dari pejabat beberapa dinas terkait serta bagian administrasi Pemerintah Kota Sukabumi,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Irwan Setiawan, kemarin (17/1).

Irwan tak memungkiri selama ini para wakil rakyat di DPRD kerap mendapatkan keluhan¬† masyarakat yang mengaspirasikan ingin segera selesainya pembangunan Pasar Pelita. Apalagi selama ini pembangunan Pasar Pelita berpolemik setelah rekanan yang dulu PT Anugerah Kencana Abadi (AKA) melakukan wanprestasi. Bahkan yang ada pegawainya bermasalah karena membawa kabur uang pedagang hampir sebesar Rp7 miliar. “Kami akan dorong terus. Kalau ada masalah bicarakan, nanti kita cari solusinya bersama-sama. Semua pihak saya rasa perlu membantu kelancaran pembangunan ini agar tidak ada tanggapan negatif di mata masyarakat,” jelas dia.

Pemerintah Kota Sukabumi akan mengumpulkan kembali para pedagang, khusunya yang berjualan di area streking jalan untuk dilakukan relokasi. Pasalnya, relokasi tersebut agar tidak menjadi permasalahan dan mengantisipasinya agar tidak terjadi kecelakaan. Setelah adanya pembangunan ini, diharapkan masyarakat Kota Sukabumi bisa merasakan perubahan dan kemajuan berdagang jauh lebih baik lagi. “Kami harus sterilkan. Kalau ingin cepat dibangun, konsekuensinya harus mau direlokasi. Pasar ini kan aset kota. Jadi masyarakat harus bisa merasakan perubahannya. Mudah-mudahan pembangunan ini menjadi sebuah solusi untuk para pedagang,” tandasnya.

Kepala Diskopdagrin Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, menjelaskan saat ini sampai dengan pemasangan tiang pancang pembangunan Pasar Pelita sudah mencapai 12,6 persen. Total anggaran yang dibutuhkan membangun pasar tersebut mencapai Rp164 miliar. Ada waktu kurang lebih 730 hari lagi atau sekitar 1,5 tahun lagi sesuai batas penyelesaian pembangunan. “Melihat kondisi ini sih tidak ada lagi kendala bagi pengembang,” ujar Ayep.

Namun saat ini yang menjadi permasalahan yakni merelokasi pedagang yang ada di sekitar lokasi pembangunan. Jika tidak dipindahkan tentu saja akan mengganggu proses pembangunan. “Pedagang harus direlokas karena nantinya akan ada alat berat yang melewati tempat mereka yang saat ini digunakan berjualan. Lokasinya berdekatan dengan pembangunan pasar,” kata Ayep.

Ayep belum bisa menjelaskan, soal rencana relokasi. Pasalnya ada beberapa lokasi alternatif untuk menempatkan para pedagang. Di antaranya bekas Terminal Sudirman atau di lahan-lahan kosong yang ada seperti di jalan baru menuju Stasiun Sukabumi ataupun di tempat yang lain. “Hasil pendataan ada sekitar 467 pedagang yang harus direlokasi,” pungkasnya.(ovi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up