Metropolitan

Pasokan Beras Andalkan dari Luar Daerah

PHOTO1

Hasil Panen di Kota Sukabumi Hanya Cukup Penuhi 30 Persen

SUKABUMI – Panen raya padi di Kota Sukabumi tidak terlalu diharapkan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, hasil produksi padi hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen dari kebutuhan masyarakat.

“Kalau produksi di Kota Sukabumi hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen kebutuhan masyakarat. Sisanya tentu saja kita mengandalkan dari luar daerah,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi, belum lama ini.

Sejak memasuki Januari, lanjut Kardina, di Kota Sukabumi sudah banyak yang melaksanakan panen. Sebetulnya, lanjut Kardina, di Kota Sukabumi antara masa tanam dan panen itu hampir bersamaan. “Makanya selesai panen langsung ada yang tanam. Begitu juga saat panen ada yang tanam. Hasil hitung-hitungan, kita akan panen lagi sekitar April,” beber Kardina.

Luasan target lahan tanam pada musim tanam Oktober 2017-Maret 2018 di Kota Sukabumi sekitar 374 hektare. Hasil produksi selama panen beberapa waktu lalu cukup tinggi atau rata-rata 6 ton per hektare.

“Kalau tingkat profivititas, lahan sawah di Kota Sukabumi bisa di atas provinsi dan nasional. Tapi karena lahannya yang sedikit, maka belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” sebut Kardina.

Soal harga beras yang sejak beberapa pekan terakhir melonjak, menurut Kardina, kemungkinan karena bersamaan musim hujan. Secara otomatis harga jual naik karena ada biaya tambahan. “Terutama biaya tambahan dalam proses pengeringan gabah,” terang Kardina.

Luasan lahan tanam padi di Kota Sukabumi pada musim tanam Oktober 2017-Maret 2018 sekitar 374 hektare. Para petani sudah mulai melaksanakan musim tanam padi berbarengan dengan turunnya hujan. “Alhamdulillah, musim tanam padi Oktober-Maret sudah dimulai. Saat ini waktunya berbarengan dengan musim hujan. Jadi para petani terbantu dengan pasokan air,” tambah Kardina.

Awalnya Kardina sempat khawatir musim kemarau beberapa waktu lalu akan berjalan cukup panjang. Tapi kekhawatiran itu ditepis ketika awal September sudah mulai kembali turun hujan. “Prediksinya, musim kemarau tahun ini menurut informasi akan berjalan cukup panjang. Tapi ternyata relatif tak berlangsung lama. Sekitar awal September juga sudah mulai turun hujan,” tuturnya.

Soal pasokan ketersediaan pupuk, Kardina menyebut kondisinya aman. Artinya, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi terus berkoordinasi dengan distributor dan agen pupuk untuk memastikannya. “Pupuk insya Allah sudah ada jaminan dari agen jika sampai Maret 2018 pasokannya aman. Untuk kebutuhannya sih kalau di Kota Sukabumi tak terlalu banyak karena sejauh ini luasan lahannya sendiri tak terlalu besar,” tegasnya.

Ia pun mengaku pasokan air akan berjalan lancar. Selain dibantu mulai memasukinya musim hujan, juga upaya perbaikan saluran-saluran irigasi yang rusak. Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Panataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. “Saluran irigasi yang rusak itu berada di daerah perbatasan Kota Sukabumi dengan Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up