Bandung

Paket Dedi-Hery Pecahkan Kebuntuan Pilgub Jabar

FOTO3

BANDUNG – Dukungan terhadap Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur (Cagub) Jabar berpasangan dengan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hery Haryanto Azumi kembali disuarakan oleh kalangan muda Nahdlatul Ulama.

Pasangan Dedi-Hery dianggap mampu memecahkan kebuntuan eskalasi politik Pilgub Jabar 2018 mendatang. “Pasangan Dedi-Hery bisa memecah kebuntuan eskalasi politik pilgub di Jabar,” ujar R. Dikri, penggerak Komunitas Anak Muda NU, kemarin (19/11).

Dikri yang kerap aktif dalam majelis taklim dai-dai muda millenial ini beranggapan Dedi merupakan pemimpin ideal bagi Jabar, lantaran tindakannya selalu berpijak pada nilai filosofis kesundaan dalam memimpin rakyat. Kendati jarang menjadi viral di sosial media, akan tetapi Dedi rajin blusukan ke masyarakat. Ia menambahkan, elektabilitas Dedi sebagai seorang nasionalis dan merakyat tidak perlu diragukan lagi. Kepemimpinan Dedi dua periode sebagai Bupati Purwakarta menjadi medan uji.

“Kang Dedi merupakan salah satu pemimpin yang menerapkan kepemimpinan berkarakter dan berbudaya. Kalau dalam istilah kami political identity. Nasionalis dekat dengan para ulama, kyai atau ajengan. Kerja konkretnya bisa dilihat ketika dia menerapkan pendidikan berkarakter kepesantrenan di sekolah-sekolah di Purwakarta,” ujarnya. Sehingga wajar jika ia dekat dengan ulama-ulama NU Jabar seperti KH Abun Bunyamin Ruhiyat, Cipasung yang merupakan ulama khos Jabar.

Ketika dimintai pendapatnya tentang sosok Hery, Dikri secara gamblang menuturkan Hery adalah sosok mercusuar di kalangan anak muda NU yang mempunyai jaringan tingkat nasional. Secara kultur, Hery sudah dikenal bagi kalangan ulama, kyai, ajengan NU. Kondisi itu menguntungkan, sebab di Jabar sangat banyak pondok pesantren yang secara kultur budaya dan keagamaan mempunyai frekuensi yang sama dengan NU.

“Hery sebagai intelektual muda NU bisa mengonsolidasi potensi dan menarik kekuatan NU di Jabar. Dengan gaya komunikasi the controlling style bisa menarik simpatik warga. Jika ditanya soal jaringan akar rumputnya masif,” katanya.

Jabar merupakan satu provinsi yang etnisnya sudah beragam. Dengan komposisi etnis besar adalah Sunda dan Jawa sebesar 73% dan Jawa 16%. Persentase tersebut jika dikolaborasi untuk pasangan Dedi-Hery sangat bagus karena sudah mengambil tagline Nasionalis Religius.

Bila berkaca pada Pilgub Jakarta, kandidat dengan elektabilitas dan popularitas tinggi belum tentu mampu memenangkan pertarungan. Semua sangat tergantung dari kerja-kerja mesin politik. “Kerja-kerja mesin politik merupakan ukuran sebenarnya bagaimana kekuatan jaringan masing-masing calon,” tandas Koordinator Fosis Jabar (Forum Diskusi Jabar) Maman Darmansyah.

Menurut Kang Maman-sapaan akrab lelaki asal Tasikmalaya ini, dalam konteks keputusan Partai Golkar mendukung Ridwan Kamil dinilainya kurang tepat alias blunder. Padahal Dedi, merupakan kader potensial yang dimiliki partai berlambang Pohon Beringin tersebut dan punya kekuatan mesin politik hingga akar rumput. Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini yakin di tingkatan bawah, kader Partai Golkar beserta jaringannya cenderung memilih Dedi ketimbang Ridwan Kamil.(ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up