Hukum & Kriminal

Narkoba Jerat Tiga Anggota Geng Motor Ingusan

Wajib Lapor Seminggu Sekali hingga Batas Waktu yang Tidak Ditentukan

JL PERINTIS KEMERDEKAAN – Fenomena kehadiran geng remaja sedang marak di Sukabumi. Keberadaan mereka pun mulai membuat khawatir masyarakat sekitar. Pasalnya, mereka kerap melakukan kegiatan negatif yang meresahkan warga.

Hal itu membuat aparat kepolisian menyiapkan langkah jitu sebagai “amunisi” untuk mencegah kelompok itu berkembang. Satu di antaranya penyisiran dan penindakan remaja di kawasan pasar penampungan sementara.

Minggu kemarin (24/12), puluhan anggota geng motor dibekuk Polres Sukabumi Kota. Mereka diamankan lengkap dengan barang bukti belasan senjata tajam dan belasan unit sepeda motor, serta atribut geng motor.

“Ada tiga yang positif narkoba, satu di antaranya wanita yang diamankan aparat kepolisian,” kata Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Sukabumi AKBP Deni Yus Danial kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (26/12).

Dia melanjutkan, ketiganya telah dilakukan assesment ke RS Ketergantungan Obat Lido, Kabupaten Bogor untuk direhabilitasi jalan. “Nah jika terulang kembali akan diambil langkah hukum,” tandas dia.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengatakan, tiga dari 41 anggota geng motor yang terjaring rajia pada Minggu (24/12) dini hari lalu, dipastikan positif mengonsumsi narkoba. Ketiganya yakni A, Is dan posotif sabu.

“Setelah di tes urine, ada tiga orang yang positif narkoba jenis sabu. Yang positif narkoba diserahkan ke BNN Kabupaten Sukabumi untuk direhabilitasi,” ungkapnya, kemarin (26/12).

Susatyo menjelaskan, secara keseluruhan hasil penyelidikan dan pemeriksaan maraton sejak kemarin, hanya 13 yang terbukti, sementara  26 lainnya tidak terbukti baik itu senjata tajam dan lainnya.

“26 orang anggota geng motor yang dilepaskan. Mereka dikenakan wajib lapor seminggu sekali hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” kata dia.

Namun demikian, dari 13 pelaku yang terbukti, 10 di antaranya dikenakan pasal berlapis atas kepemilikan senjata tajam. Satyo juga akan berkoordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Kota Sukabumi agar diberi hukuman maksimal dan menimbulkan efek jera.

“Tentunya kami ingin masyarakat di Kota Sukabumi ini bisa hidup dengan aman dan nyaman, terlebih menjelang pergantian tahun. Kita tetapkan Undang-undang Darurat dengan ancaman kurungan lebih dari 10 tahun. Kelompok ini sering berkumpul di akhir pekan sambil membawa senjata tajam,” tandas Satyo.

Susatyo juga mengimbau agar para anggota geng motor tersebut memperbanyak kegiatan-kegiatan positif dan bernilai kebaikan.

“Yang masih sekolah belajar yang tekun, yang belum bekerja perbanyak ibadah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, yang sudah bekerja cari istri menikah dan jadi seseorang yang bisa membuat bangga ibundamu,” tandasnya

Di wilayah lain, empat orang dari 24 anggota geng motor penjarah toko pakaian di Depok dipastikan positif mengonsumsi narkoba. Hal itu diutarakan Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto di Mapolres Depok, Selasa (26/12).

“Setelah dites urine, ada empat orang positif narkoba jenis ganja, sabu, dan obat terlarang,” kata Didik.

Adapun keempat yang positif narkoba, semuanya remaja pria yakni AP dan FD positif sabu, AC positif ganja, dan AG positif obat penenang. “Keempatnya juga akan dilakukan pengembangan untuk kasus narkoba,” jelas Didik.

Didik juga mengungkapkan, pihaknya masih mengembangkan kasus penjarahan Toko Pakaian Fernando yang berlokasi di Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok yang terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial (medsos).

“Para pelaku dari kelompok geng motor Jembatan Mampang (Jepang). Dari semula 20 orang yang ditangkap, kini bertambah menjadi 26 orang yang terdiri dari anak di bawah umur 18 orang, lima orang remaja berusia 19 tahun hingga 20 tahun, dan tiga orang remaja putri. Kami terus mengembangkan kasus ini dan kemungkinan jumlah pelaku bertambah,” tutur Didik.

Menurut Didik, berdasarkan keterangan dan informasi yang didapat, geng motor Jepang ternyata telah berulang kali beraksi, juga pernah menjarah toko kelontong secara terang-terangan dan brutal dengan bersenjata clurit. “Para pelaku terlibat langsung akan dilanjutkan proses hukumnya, sedangkan yang tidak terlibat secara langsung akan didata dan dikembalikan kepada orang tuanya. Kami imbau para orang tua untuk lebih ketat mendidik anak-anak mareka,” ujar dia.

Puluhan remaja yang merupakan anggota geng motor Jepang melakukan penjarahan terang-terangan dan brutal menggunakan senjata clurit ke Toko Pakaian Fernando yang buka 24 jam, berlokasi di Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok, Ahad (24/12), pukul 04.30 WIB.(hyt/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up