Kiprah MUI & Baznas

MUI Kembali Latih Warga Urus Jenazah

DSC01647

 JL VETERAN –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi kembali bergerilya memberikan pemahaman mengenai tajhilul jenazah atau pemulasaraan jenazah.

Kali ini giliran 50 peserta dari 33 kelurahan dan 7 kecamatan dilatih MUI, Rabu (21/3) kemarin di Gedung Pusat Kajian Islam, Jalan Veteran, Kota Sukabumi.

Kegiatan yang dipusatkan di gedung Pusat Kajian Islam itu meliputi teori dan praktik seperti tata cara memandikan, mengkafani, mensalatkan, hingga menguburkan jenazah.

Ketua Umum MUI Kota Sukabumi, KH Deddy Ismatullah Mahdi mengatakan pihaknya melibatkan Rumah Sakit R Syamsudin SH dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Menurutnya, latihan pemusalaraan jenazah menjadi agenda rutin MUI. Sebelumnya diklat diberikan kepada kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu. Bahkan pernah juga diberikan kepada para remaja, mahasiswa, dan pelajar.

Ia berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi umat Islam sehingga problematika meninggalnya seorang muslim tidak lagi kesulitan, baik menyangkut bimbingan keagamaan maupun pengurusan jenazah.

“Pengetahuan pengurusan jenazah adalah  kewajiban kifai atau kifayah (kewajiban yang dibebankan pada sekelompok umat Islam) bagi orang yang masih hidup terhadap orang yang sudah mati,” tutur dia kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (23/2).

Deddy menegaskan, tajhilul jenazah ini sangat penting karena tidak semua orang memiliki keterampilan tersebut. Misalnya, ketika ada seseorang yang meninggal sebaiknya mengucapkan doa dan menutup kelopak mata jenazah.

Kemudian, dagu hingga kepalanya pun diikat dengan kain lunak agar tidak terbuka mulutnya. Selanjutnya, pakaian yang digunakan mayat segera dilucuti sambil melunakan ruas-ruas pada jari hingga betis pahanya.

Menurut Deddy, hal yang dilakukan itu guna mempermudah pada waktu memandikan dan membungkus jenazah.

“Nah dianjurkan kepada ahli jenazah untuk tidak menangisi jenazah secara berlebihan. Misalnya, menjerit-jerit, merobek-robek pakaian, memukul-mukul dada dan mencakar rambut,” timpal dia.

Jika jenazah selesai dimandikan dan disalatkan, Deddy melanjutkan, jenazah harus segera dikuburkan. “Sesuai sabda Rosul yang mengatakan, bersegeralah mengantar dan menguburkan jenazah. Karena jika jenazah orang saleh maka kita melepaskan jenazah menuju kepada kebaikan. Apabila bukan orang saleh maka supaya kejahatannya itu lekas terbuang dari tanggungan kita,” terangnya.

Setelah diklat selesai, peserta pun diberikan sebuah sertifikat yang nantinya berguna untuk dirinya masing-maisng.

“Selain pengetahuan teori dan praktik, kita juga memberikan sebuah piagam penghargaan kepada para umat Islam yang ingin belajar dan memperkuat pengetahuan tata cara pengurusan jenazah,” tutup dia. (job4/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up