Metropolitan

Masih Banyak Masyarakat Tidak Tau Kadaluarsa Rokok

poto metro rokok kadaluarsa edit
MEMERIKSA: Kasi Penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat memeriksa keaslian rokok hasil razia.

JL.NYOMPLONG – Kesadaran masyarakat Kota Sukabumi akan bahaya rokok masih rendah. Padahal, rokok sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Bahkan, masih banyak penjual yang tidak memahami adanya masa kadaluarsa rokok.

Kepala Bidang Penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, ratusan bungkus rokok kadaluarsa hasil razia yang dilakukan sejak 1 April lalu sebagai indikasi masih rendahnya pemahaman pedagang terhadap rokok kadaluarsa. “Masih banyak penjual rokok Ilegal yang masih membandel mendistribusikannya ke berbagai warung-warung dan mini market. Banyak rokok kadaluarsa dan tidak bercukai yang kami temukan di warung,” katanya kemarin (19/4).

Hasil operasi dan pendataan yang dilakukan Satpol PP pada awal 2017, rokok yang diamankan diperkirakan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Hal itu mengingat, pendataan dilakukan hingga 27/4 mendatang. Hasil rekapan tahun lalu ada sebanyak 363 bungkus rokok yang diamankan diantaranya, 13 bungkus rokok diduga berpita cukai palsu, 5 bungkus rokok tidak dilekati pita cukai, dan 345 rokok kadaluarsa. Sedangkan di tahun 2017 data sementara terdapat 270 bungkus rokok yang diamankan, diantaranya satu bungkus rokok diduga berpita cukai palsu, tiga bungkus rokok tidak dilekati pita cukai, dan 260 rokok kadaluarsa.

“Itu baru dari 27 kelurahan, dalam kurun waktu dua minggu kami melakukan pendataan. Tahun ini, kami juga menemukan rokok yang palsu menyerupai produk aslinya” ujar dia.

Operasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, kata Ajat untuk meminimalisasi beredarnya rokok yang tidak sesuai ketentuan. Namun razia dilakukan secara persuasive. Pelanggar hanya dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. “Kami sosialisasikan berkaitan dengan perundang-undangan yang diberlakukan. Petugas dilarang bertindak over acting atau berlebihan dan hanya bersifat tertutup,” tandas dia.

Rokok-rokok kadaluarsa tersebut kata dia didominasi oleh produk yang sudah bermerek dan laris dikonsumsi masyarakat. Hasil pendataan saja, lebih dari 20 merek rokok ternama yang dirazia akibat kadaluarsa. “Kalau kadaluarsa memang paling banyak yang bermerk. Kalau yang lain mah permasalahnnya dari cukai,” ungkapnya.
Dia meminta konsumen teliti dalam membeli rokok. Meski tidak berdampak seketika, rokok kadaluarsa bisa saja merusak kesehatan berapa tahun kemudian. Masa kadaluarsa bisa diketahui di dalam hologram pita cukai“Jadi harus teliti bagi pencandu rokok,”pungkasnya.(mg35)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up