Sukabumi Raya

Marwan-Adjo ‘Digoyang’ #2TahunMundur

FOTO1

Bupati Klaim Berbagai Program Terlihat Nyata di Masyarakat

SUKABUMI – Warganet di Kabupaten Sukabumi sempat diramaikan #2TahunMundur di media sosial Facebook. Kabarnya, tagar itu merupakan gerakan mengkritisi pernyataan politis Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang sempat berstatement kalau dua tahun tidak bisa menjalankan program siap mundur.

Namun Marwan mempertanyakan dasar munculnya beragam celotehan di jejaring sosial Facebook dengan tagar #2TahunMundur. Pasalnya, Marwan mengaku berbagai program yang dibuat bersama pasangan Adjo Sardjono, sudah berjalan dan dirasakan masyarakat.

“Kalau disebut dua tahun itu terhitung 2017 dan 2017. Program 2016 itu dibuat pemerintahan sebelumnya. Dasarnya apa mereka menuntut mundur? Semua program yang kami buat sejauh ini sudah berjalan dan terlihat nyata di masyarakat,” tegas Marwan kepada wartawan, kemarin (6/12).

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi itu tak menampik pernah berstatemen jika dalam waktu dua tahun tak bisa menjalankan program, maka dia bersama pasangannya siap mundur. Marwan menyayangkan dengan munculnya berbagai celotehan dengan hastag 2TahunMundur yang jadi mengesankan dipolitisasi.

“Saat itu saya sampaikan sebelum saya mundur, apabila tidak mampu menjalankan program, mulai sekda dan kepala dinas akan saya berhentikan. Itu disampaikan untuk memotivasi kinerja dinas supaya all out bekerja. Ada yang salah?,” tegasnya.

Marwan mengaku tak terpengaruh dengan munculnya celotehan-celotehan bertagar 2TahunMundur itu. Baginya dan pasangannya akan terus bekerja sesuai program yang disusun sehingga menjadikan sukabumi lebih baik.

“Walaupun belum seluruhnya, insya Allah bagi masyarakat sangat dirasakan program yang kami buat. Tentunya kami juga harus menyelesaikan berbagai program yang belum dijalankan,” tegasnya.

Marwan pun mempertanyakan suara masyarakat yang digadang-gadang menilai dia dan pasangannya gagal. Bagi Marwan, kalau hanya sekitar 10 atau 20 orang yang menilainya gagal dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi sebanyak 2,5 juta, tentu bukan mewakili masyarakat. “Kalau saya disuruh mundur harus dua-duanya (bersama wabup) karena ini program, kecuali saya tersandung masalah hukum, itu berbeda masalahnya,” tandasnya.

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Dewek Sapta Anugerah, tagar #2TahunMundur itu tentu tak muncul begitu saja. Dewek melihatnya karena didasari kondisi dan situasi saat ini selama kepemimpinan Marwan-Adjo. “Berbagai permasalahan yang muncul belum bisa dituntaskan. Misalnya soal pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan masalah lainnya,” kata Dewek.

Desakan mundur murni hasil konsolidasi basis gerakan. Dewek memastikan tidak ada ‘penumpang gelap’ yang membiayai gerakan tersebut. “Itu murni gerakan sosial bagi kinerja pemerintahan karena didasari ada statement sebelumnya yang dilontarkan bupati,” tegasnya.

Pery Permana, aktivis lainnya, mengingatkan agar gerakan bertagar #2TahunMundur itu tak dianggap sepele. Artinya, gerakan di media sosial itu tentunya didasari kepedulian masyarakat terhadap program pembangunan yang terkesan belum ada perubahan berarti. “Kalau memang merasa ada peningkatkan coba diperlihatkan kepada masyarakat apa saja yang telah berubah,” tukasnya.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up