Kiprah MUI & Baznas

Makanan Halal Lebih Berkah

asda
M Kusoy

TAHUKAH Anda, makan makanan yang halal merupakan kunci untuk membuka pintu kebersihan hati, kezuhudan terhadap dunia, bertutur kata yang baik dan pancaran hikmah lewat lisannya.

Orang yang mengonsumsi makanan yang haram atau diperoleh dengan cara yang haram adalah sebaliknya. Seorang mukmin tidak boleh tidak harus makan makanan yang halal.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, M Kusoy menuturkan, barang yang diharamkanĀ  mempunyai kandungan hikmah dan manfaat apa yang menjadi ketentuan Allah SWT. Namun masih banyak mereka belum mengetahui dampak dari semua itu.

“Hal itu karena keterbatasan daya jangkau akal setiap manusia. Misalnya, keharaman yang terletak pada babi disebabkan mengandung cacing pita. Di mana bisa mengganggu terhadap kesehatan,” jelas dia, kemarin (6/4).

Namun seiring perkembangan teknologi, cacing pita bisa dihilangkan dengan metode tertentu. Makanya, keharaman pada babi akan menjadi hilang atau tak terlihat.

“Keharaman dan kehalalan adalah otoritas mutlak yang dimiliki oleh Allah SWT. Dan tak boleh dirubah atau diotak-atik oleh akal manusia yang terbatas,” tegas Kusoy.

Misalnya seperti, banyaknya isu sejumlah produk berkandung lemak babi meluas menjadi ratusan item produk yang dipasarkan di Indonesia.

Disamping itu, memakan makanan yang diperoleh dengan cara yang haram seperti hasil riba, harta anak yatim dan hasil KKN (Korupsi, kolusi dan nepotisme) itu pun jelas hukumnya haram.

“Bukan hanya itu saja, secara ghairu dzakiyyah, harta yang diperoleh dari penipuan, jual minuma keras, menyediakan tempat maksiat dan lain sejenisnya itu pun diharamkan,” jelas Kusoy.

Dalam Alquran pun tertulis bahwa barangsiapa yang mendapatkan harta dari dosa lalu dengannya mereka bersilaturahmi, bersedekah dan membelanjakannya di jalan Allah. Maka, Allah akan melemparkan mereka ke dalam neraka

Serta dalam kitab syabul imam disebtukan pula, barang siapa yang membeli pakaian harga sepuluh dirham dan satu dirham diantaranya uang haram. Oleh karenanya Allah tidak akan menerima salat selama pakaian itu dikenakan oleh mereka.

“Ya, jadi yang diharamkan oleh manusia itu bukan hanya makanan atau minuman saja melainkan hal dan barang lain,” tutupnya. (job4/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up