Sukabumi Raya

Longsor Terjang Desa Cidadap

FOTO2

CIDADAP – Lima Kampung di Desa Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi diterjang banjir dan longsor, Selasa (9/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya, dua rumah semipermanen mengalami kerusakan.

Berdasarkan informasi, bencana di Desa Cidadap terjadi di Kampung Ciseupan RT 01/13, Kampung Babakan Wareng Rt 02/12, Kampung Cikadaka RT 03/14, Kampung Cibarengkok RT 01/15, dan Kampung Babakan Baru RT 04/14. Bencana  terjadi saat turun hujan deras. Warga yang rumahnya terdampak bencana mengungsi sementara waktu.

“Dari laporan relawan yang kami terima, bencana di Desa Cidadap terjadi di lima kampung,” kata staf pelaksana Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Yana Rusyana, kemarin (10/1).

Selain merusak dua rumah semipermanen, lanjut Yana, lima titik jalan tertimbun material tanah longsor. Akses jalan tak bisa dilalui kendaraan roda empat. “Jalan hanya bisa dilalui sepeda motor,” ujarnya.

Berbagai unsur muspika setempat di bantu Koramil Palabuhanratu, Polsek Simpenan, serta relawan BPBD Kecamatan Palabuhanrat dan Simpenan berupaya membersihkan material tanah longsor. Yana menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun luka. “Kita terus pantau perkembangannya di lapangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri, menyebut potensi bencana Kabupaten Sukabumi relatif cukup komplit. Apalagi dengan intensitas curah hujan relatif tinggi saat ini, potensi bencana meliputi banjir, gempa, pergeseran tanah, longsor, serta angin puting beliung. “Bencana banjir, gempa, pergeseran tanah, longsor, serta puting beliung, paling sering terjadi di Kabupaten Sukabumi,” tukas Iyos yang juga  ex-officcio Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi itu, belum lama ini.

Saking seringnya terjadi bencana, Iyos menyebut jumlahnya bisa melebihi hitungan hari dalam satu tahun. Upaya antisipasi maupun penanganan kebencanaan bukan hanya tugas pemerintah saja. “Masyarakat juga harus mendapatkan gambaran bagaimana cara menghadapi sebuah bencana. Warga harus dibekali pengetahuan dasar menghadapi sebuah bencana agar mereka tidak panik,” tegasnya.

Iyos juga memandang perlu adanya pendampingan sosial di wilayah pascabencana di Kabupaten Sukabumi. Utamanya pendampingan dari BPBD maupun perangkat daerah teknis lainnya. “Kita harus menyamakan persepsi bagaimana menyusun strategi penanggulangan sebuah bencana di Kabupaten Sukabumi,” tuturnya.

Karena itu, lanjut dia, setiap perangkat daerah teknis harus intensif berkomunikasi dan berkoordinasi agar bisa memberikan solusi dari setiap permasalahan. Semua masukan, saran, maupun rekomendasi dari setiap perangkat daerah berkompeten tentunya menjadi bentuk gambaran yang nantinya bisa diimplementasikan sebagai upaya penanganan kebencanaan. “Sebagai penyelenggara upaya penanganan dan penanggulangan bencana, tentunya kita harus bisa membuat gambaran utuh untuk diimplementasikan di lapangan,” pungkasnya.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up