Metropolitan

KTP Elektronik Bodong Marak Beredar

FOTO1

Ditemukan Disdukcapil saat Pengecekan di RS Al-Mulk

JL VETERAN – Fakta cukup mencengangkan diungkap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi. Masyarakat yang memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan di RS Al-Mulk Kota Sukabumi ternyata banyak menggunakan KTP elektronik bodong alias asli tapi palsu.

“Hasil pengecekan dan evaluasi di RS Al-Mulk, ternyata banyak ditemukan KTP elektronik bodong,” tegas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi, Iskandar, seusai acara di Gedung Juang 45 Jalan Veteran, kemarin (5/12).

Terungkapnya penggunaan KTP elektronik bodong itu berdasarkan pengecekan menggunakan alat baca kartu (Abaka). Alat tersebut mendeteksi chip yang berada di dalam KTP elektronik. “Ternyata chip-nya tak terbaca,” tukasnya.

Banyak beredarnya KTP elektronik bodong itu tentunya jadi perhatian khusus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Iskandar tak mengetahui persis oknum pembuatan KTP elektronik bodong itu karena sulit terdeteksi. “Yang pasti penyisiran terus kami lakukan. Salah satunya dengan melalukan Operasi Yustisi bersama Satpol PP,” terangnya.

Alat baca kartu dirasakan Iskandar sangat penting. Alat itu bisa mendeteksi mana KTP elektronik asli ataupun yang palsu. Saat ini Disdukcapil baru memiliki dua unit. Satu di simpan di kantor Disdukcapil dan satu lagi di RS Al-Mulk. “Alatnya mirip handphone. KTP elektronik tinggal ditempelkan chip-nya, nanti akan keluar data kependudukan wajib KTP,” ujarnya.

Tahun depan Iskandar menargetkan semua kecamatan bisa memiliki alat tersebut. Sehingga ke depan bisa diminimalkan terjadinya dugaan pemalsuan data kependudukan dan pencatatan sipil. “Kalau memalsukan data kependudukan berarti tindak pidana,” tegasnya.

Pemkot Sukabumi juga sudah mewanti-wanti setiap jasa pelayanan fotokopi di seluruh Kota Sukabumi agar jangan coba-coba menduplikasi data kependudukan dan pencatatan sipil masyarakat. Jika ketahuan sanksinya sudah jelas. “Kami sudah menyebar surat edaran yang ditandatangani pak wali kota ke setiap tempat fotokopi. Isinya kami melarang terjadinya duplikasi data kependudukan maupun pencatatan sipil,” bebernya.

Sementara itu untuk memberikan pelayanan kependudukan dan catatan sipil bagi warga Kota Sukabumi, Disdukcapil setempat menggandeng ketua RW dari 33 kelurahan di tujuh kecamatan. Peran mereka sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan. “Dengan jumlah personel hanya 46 orang, tugas kami tentunya berat harus meng-cover 330.343 jiwa warga Kota Sukabumi. Karena itu, bantu kami agar ke depan semua warga Kota Sukabumi memiliki dokumen kependudukan,” tuturnya.

Dokumen kependudukan dan pencatatan sipil sangat penting dimiliki masyarakat. Keberadaanya sangat penting sebagai syarat utama pengurusan berbagai administrasi, seperti untuk sekolah, berobat ke rumah sakit, ke perbankan, pengurusan BPJS, dan lainnya. “Apalagi di Kota Sukabumi, pemkot sudah memiliki niat mulia dengan membangun RS Al-Mulk untuk warga Kota Sukabumi yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Kalau sekarang tak punya KTP, tak punya uang, terus sakit. mau bagaimana?,” tegasnya.

Hingga saat ini cakupan kepemilikan KTP elektronik di Kota Sukabumi sudah mencapai sekitar 92 persen. Untuk cakupan kepemilikan Kartu Keluarga (KK) melebihi kepemilikan KTP elektronik. “Kami mengejar sekitar 8 persen lagi kepemilikan KTP elektronik di Kota Sukabumi,” pungkasnya.(red/ovi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up