Metropolitan

Jumlah RTLH Terus Menyusut

FOTO3

JL BAKSIR – Jumlah rumah tidak layak huni di Kota Sukabumi tinggal tersisa sebanyak 4.415 unit. Sebelumnya pada 2015, jumlahnya mencapai 4.912 unit.

Terus berkurangnya jumlah rumah tidak layak huni itu berkat upaya pemerintah yang terus memperbaikinya. Penanganannya dilakukan pada 2016 sebanyak 58 unit yang dananya dialokasikan dari APBD Kota Sukabumi dan sebanyak 72 unit dari APBD Provinsi Jawa Barat. Sementara tahun ini dari APBD Kota Sukabumi jumlahnya berkurang menjadi 45 unit, tapi dari bantuan APBD Provinsi Jawa Barat bertambah menjadi 222 unit. Belum lagi ditambah dengan alokasi bantuan dari APBN melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebanyak 100 unit di Kelurahan Dayeuhluhur dan Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong.

“Tahun depan kita mendapatkan tambahan perbaikan rutilahu melalui program BSPS sebanyak 1.110 unit,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Asep Irawan, kemarin.

Sementara tahun ini, alokasi jumlah perbaikan rutilahu dari program BSPS sebanyak 100 unit. Bantuan itu disalurkan untuk dua kelurahan yakni di Dayeuhluhur dan Nyomplong di Kecamatan Warudoyong masing-masing sebanyak 50 unit. “Kalau skema nilai bantuannya per unit rumah itu Rp15 juta. Penambahan alokasi perbaikan RTLH melalui BSPS ini merupakan hasil lobi dan negosiasi kita ke kementerian,” ujarnya.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Agus Ramdhan Dorojatun, menambahkan perbaikan rutilahu tak bisa sepenuhnya mengandalkan APBD Kota Sukabumi dengan alasan keterbatasan anggaran. Karena itu, usulan bantuan perbaikan rutilahu perlu dukungan dari provinsi maupun pusat. “Anggaran kita kecil. Sedangkan kebutuhan dari tahun ke tahun besar,” kata Agus, kemarin.

Upaya mendapatkan bantuan dari provinsi maupun pusat mendapatkan respons positif. Satu di antaranya tahun depan kucuran BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk Kota Sukabumi bertambah menjadi 1.100 unit. “Ini tentunya bisa menutupi kekurangan anggaran perbaikan dari APBD Kota Sukabumi,” terangnya.

Namun BSPS itu yang menentukan titik lokasinya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Datanya diperoleh menggunakan sistem terpadu yang dikolaborasikan dengan data base dari Pemkot Sukabumi yang sudah diinput. “Untuk 2018, dari BSPS yang reguler sebanyak 800 unit dan strategis kita mendapatkan 300 unit. Untuk yang BSPS strategis belum ditentukan kapan waktu pelaksanaannya,” ucapnya.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up