Metropolitan

Gedung Dewan Disegel Mahasiswa

PHOTO1

Tuntutan Tak Digubris, Ancam Demo Lebih Besar

SUKABUMI – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi mengepung Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (28/2). Para mahasiswa tersebut menggelar aksi unjuk rasa penolakan revisi Undang-undang MD3 yang dinilai menghilangkan nilai-nilai demokrasi.

Setidanya di Gedung DPRD, para demostran kesal lantaran tak ada seorang pun anggota DPRD yang berada di tempat. Bahkan, para mahasiswa tersebut merangsak masuk ke gedung dewan dan memeriksa satu per satu ruangan untuk memastikan keberadaan para anggota dewan. Mulai dari ruang pimpinan, ruang fraksi, hingga ruang paripurna.

“Kita ingin menyampaikan aspirasi, tapi anggota dewan malah tidak ada. Ini bukti bahwa wakil rakyat kita bisanya hanya tidur. Tidak pro rakyat dan tidak pro demokrasi,” ungkap salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Setelah memeriksa satu demi satu ruangan, mahasiswa kembali berorasi di depan gedung pintu kantor DPRD kemudian memberikan pernyataan sikap. Menutup aksinya, mahasiswa lalu menyegel gedung DPRD Kota Sukabumi.

“1×24 jam, Jika aksi kami masih tak digubris, kami akan kembali menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih besar,” tegas Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Budiman saat diwawancarai usai aksi.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Sukabumi, Asep L Sukmana membenarkan, seluruh anggota DPRD Kota Sukabumi pada Rabu (28/2) sedang tidak berada di Ruang kerjanya. Hal itu disampaikan Asep setelah menerima aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak revisi Undang-undang MD3 ke gedung wakil rakyat.

“Berdasarkan surat dari rekan-rekan PMII Kota Sukabumi, aksi ini terkait penolakan revisi Undang-undang MD3 yang disampaikan ke DPRD Kota Sukabumi. Tapi kebetulan sedang kosong, karena seluruh anggota dewan sedang menggelar reses,” ungkap Asep kepada wartawan.

Ia menyebut, anggota dewan yang sedang menggelar reses dipastikan tidak akan berada di kantornya, melainkan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Masa reses, lanjut Asep, dilangsungkan sejak Senin (26/2) hingga Kamis esok (1/3).

“Kami persilahkan para mahasiswa, calon-calon pemimpin masa depan, untuk memeriksa ke dalam supaya percaya bahwa tidak ada satupun anggota dewan yang berada di kantor DPRD. Kami ingin membuktikan,” sambung Asep.

Terkait revisi Undang-undang MD3 sendiri, Asep mengaku belum mendapat sosialisasi dari pusat lantaran tengah digodok di DPR-RI. Sehingga ia belum bisa berbicara banyak ketika menyikapi tuntutan mahasiswa.

“Kalau soal aksi penyegelan, tidak apa-apa. Itu hak mereka. Gedung dewan ini kan milik rakyat, rumah rakyat, rumah mereka juga para mahasiswa,” pungkasnya.(ovi/hrl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up