Metropolitan

Duh, Hipertensi jadi Pemicu Kematian Tertinggi

CISAAT – Hipertensi (darah tinggi) menjadi penyakit tak menular penyebab kematian tertinggi di Kabupaten Sukabumi. Kurun Januari-September, jumlah penderita hipertensi yang meninggal dunia sebanyak 96 orang.
Dibandingkan stroke atau jantung koroner, jumlahnya memang lebih banyak. Data dari Dinas Kesehatan setempat, penderita stroke yang meninggal dunia 34 orang dan jantung koroner 30 orang.

Penanggung Jawab Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Asep Taufik, mengatakan jumlah kematian akibat hipertensi saat ini relatif sedikit jika dibandingkan 2015 lalu. Tahun lalu, angka kematiannya mencapai 177 orang. “Kalau sampai September sih dikit. Tapi kita belum tahu kalau sampai akhir tahun nanti,” ujarnya kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (4/12).

Sejauh ini angka kematian akibat hipertensi masih didominasi warga lanjut usia. Rata-rata usianya berkisar 55 tahun ke atas. Meskipun tak sedikit pula warga yang berusia 50 tahun ke bawah ada yang meninggal dunia karena hipertensi. “Dari range usia 22 tahun hingga 44 tahun saja saat ini ada dua orang yang meninggal,” ucapnya.

Tidak hanya kematian saja, kasus hipertensi yang ditemukan hingga September juga cukup banyak. Bahkan jumlahnya mencapai 23.987 orang. “Sebanyak 10.751 penderita hipertensi berjenis kelamin laki-laki dan 13.236 itu merupakan perempuan,” ungkapnya.

Bahkan, kata Asep, saat ini banyak penderita hipertensi berusia 15-19 tahun. Jumlahnya mencapai 3.51 orang. “Jumlah itu terdiri dari 131 orang laki-laki dan 220 orang perempuan,” terangnya.

Dilihat dari jumlah tersebut, kata Asep, saat ini hipertensi bukan hanya penyakit yang diderita orangtua saja. Sebab, tidak sedikit kalangan usia muda yang sudah terkena hipertensi. “Sekarang itu siapa saja dan usia berapa saja memiliki pontensi terkena hipertensi. Tidak seperti dahulu, hipertensi diderita usia tua,” bebernya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara, mengatakan tingginya jumlah penderita hipertensi itu akibat pola hidup yang kurang baik. Hal itu termasuk tidak seimbangnnya asupan makan dan aktivitas. “Selain dari gaya hidup, hipertensi juga bisa akibat faktor keturunan,” paparnya.

Apalagi jika ditambah dengan kurangnya olahraga, makan tidak teratur, tingginya konsumsi garam, dan kalori. Hal itulah yang menjadi satu di antara penyebab banyak orang menderita hipertensi. “Ditambah hipertensi itu sangat mudah dideteksi, sehingga penemuannya bisa sangat banyak. Beda dengan penyakit lain yang harus melalui beberapa proses hingga bisa diketahui suatu penyakitnya,” pungkasnya. (job3)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up