Sukabumi Raya

Dua Hari Terjadi 31 Bencana

NO FOTO

Curah Hujan Tinggi tanpa Henti

CIKEMBAR – Hanya dalam waktu dua hari sejak Senin (27/11) dan kemarin (28/11), sebanyak  28 desa tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, diterjang berbagai bencana. Kejadian itu menyusul hujan deras tanpa henti selama dua hari berturut-turut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, pada Senin (27/11) terjadi dua kali bencana tanah longsor di Kampung Ciherang RT 03/01 Desa Cijangkar dan di Kampung Baros RT 03/05 Desa Neglarasi Kecamatan Nyalindung. Bencana makin masif pada kemarin (28/11) karena hujan deras tak terhenti. Setidaknya terjadi 29 kali bencana.

“Hasil rekapitulasi, jumlah kejadian bencana selama kurun dua hari terakhir mencapai 31 kali,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani, kemarin (28/11).

Dari 31 kejadian bencana, lanjut Usman, mayoritas merupakan tanah longsor. Jumlahnya mencapai 21 kali, banjir bandang empat kali, jalan amblas dua kali, pergerakan tanah dua kali, jembatan putus satu kali, dan angin kencang satu kali. Bencana itu berdampak terhadap rusak beratnya 3 unit rumah, 11 unit rusak sedang, 3 unit rumah rusak ringan, 17 unit terancam, dan 40 unit terdampak. “Sedangkan jumlah warga yang terdampak sebanyak 40 kepala keluarga atau sebanyak 78 jiwa<‘ ujarnya.

Ke 20 kecamatan yang diterjang bencana itu yakni Nyalindung, Tegalbuleud, Kalapanunggal, Sagaranten, Palabuhanratu, Caringin, Nagrak, Curugkembar, Bantargadung, Parakansalak, Gunungguruh, Purabaya, Cibadak, Pabuaran, Cisolok, Ciracap, Lengkong, Parungkuda, dan Cidolog. “Dari tiap kecamatan jumlah kejadian tersebar di beberapa desa dan berbagai jenis peristiwa. Sedangkan kejadian jembatan putus di Kecamatan Ciracap,” terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada di musim penghujan saat ini. Adapun, jumlah terbanyak dari korban terdampak yaitu kejadian tanah longsor di Kampung Gentong RT 02/07 Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, kemarin (28/11).

“Sebanyak 78 warga terdampak. Mereka sudah mendapatkan penanganan dan ada beberapa orang yang mengalami luka-luka. Tapi luka ringan,” tuturnya.

Bencana di Kabupaten Sukabumi dalam kurun dua hari terakhir akibat tingginya curah hujan. Seperti ambruknya jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Ciracap. “Putusnya akses jembatan ini akibat debit air yang meningkat sehingga jembatan dengan panjang 100 meter dan lebar 1,5 meter putus,” sambungnya.

Untuk itu, BPBD mengimbau kepada masyarakat dapat berperan aktif melaporkan cepat setiap kejadian bencana di masing-masing wilayah. Tujuannya agar BPBD dapat segera mengetahui dan melakukan tindakan cepat dalam penanganan bencana. “Ya, kita harapkan juga interaktif positif dari masyarakat untuk dapat melaporkan jika terjadi bencana atau potensi kebencanaan,” pungkasnya.(mg1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up