Sukabumi Raya

Digerus Air Sungai, Jembatan Nyaris Ambruk

CIEMAS – Jembatan penghubung antardesa di Kampung Ciramutan RT 03/05 Desa Tamanjaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi terancam ambruk. Penyebabnya karena gerusan air sungai yang debitnya terus meningkat saat diguyur hujan deras.

“Bangunan jembatan itu dikhawatirkan roboh karena pondasi sayap tergerus air sungai,” kata relawan BPBD Kecamatan Ciracap, Dadang Priatna, kemarin (11/1).

Tergerusnya pondasi sayap pada bangunan jembatan terjadi Rabu (10/1) sekitar pukul 20.25 WIB. Jembatan yang memiliki panjang 45 meter dan tinggi 4 meter itu saat ini diimbau tak dilintasi karena dikhawatirkan ambruk. “Kami terus pantau perkembangannya,” imbuh Dadang.

Akibat kejadian itu, BPBD menaksir kerugian mencapai sekitar Rp250 juta. Selain merusak bangunan jembatan, gerusan air hingga mengakibatkan longsor, juga merusak bangunan mesjid dan mengancam bangunan rumah milik tujuh warga atau sebanyak 24 jiwa. “Untuk penanganan sementara, kami melakukan koordinasi dengan unsur kecamatan, unsur desa, serta bainsa dan babinkamtibmas,” tegasnya.

Memasuki awal tahun ini berbagai kejadian bencana mulai menerjang Kabupaten Sukabumi. Selama 2017, jumlah kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi mencapai 793 kali terdiri dari kebakaran sebanyak 171 kejadian, tanah longsor sebanyak 353 kejadian, banjir sebanyak 51 kejadian, angin kencang sebanyak 121 kejadian, gempa bumi sebanyak 3 kali kejadian, pergerakan tanah sebanyak 29 kejadian, tenggelam sebanyak 1 kejadian, dan lain-lain sebanyak 64 kejadian. Nilai kerugian akibat berbagai bencana itu mencapai Rp46.450.900.000.

Nilai kerugian bencana pada 2017 lebih besar dibandingkan 2016 lalu sebesar lebih kurang Rp38 miliar. Pada 2016 selama Januari-November terjadi bencana tanah longsor sebanyak 302 kali, kebakaran mencapai 92 kejadian, angin kencang 69 kejadian, banjir bandang 51 kejadian, pergerakan tanah 5 kejadian, gempa bumi 1 kali kejadian, dan 19 kejadian bencana lainnya. Sedangkan jumlah bangunan rumah yang terdampak bencana sepanjang 2016 mencapai 1.457 unit. Rinciannya, 467 unit bangunan rumah rusak berat, 303 unit rusak sedang, dan 697 unit rusak ringan.  Sementara jumlah warga yang terdampak mencapai 1.059 kepala keluarga atau sebanyak 3.556 jiwa.

BPBD Kabupaten Sukabumi selalu mengingatkan warga agar waspada dengan berbagai potensi bencana. Pasalnya, kondisi cuaca hingga sekarang cenderung belum bisa diprediksi normal. “Kewaspadaan berbagai potensi bencana terus kami lakukan,” kata staf pelaksana Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Yana Rusyana.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up