Hukum & Kriminal

Delapan Warga Binaan Disel Isolasi

PHOTO1

Positif Konsumsi Narkoba Setelah Dites Urine

JL LETTU BAKRIE – Lapas Kelas II B Kota Sukabumi bergerak cepat setelah ditemukannya bungkusan berisi paket ganja kering di atas bangunan, Minggu (21/1) pagi. Kemarin (22/1), petugas lapas mengumpulkan 31 warga binaan untuk dites urine. Hasilnya, delapan orang positif mengonsumsi zat narkotika. Empat orang di antaranya berstatus tahanan yang baru. Satu orang di antaranya positif ganja dengan status tahanan.

“Dari 31 warga binaan yang menjadi target, delapan di antaranya positif narkoba dan rata-rata mengonsumsi narkoba jenia sabu. Tes urine kami lakukan kepada kepala kamar dan tahanan pendamping. Satu di antara yang positif ganja itu tahanan pendamping. Dia biasanya yang membuatkan minuman,” jelas Kepala Keamanan Lapas Klas II B Kota Sukabumi, Alviantino, kepada wartawan, kemarin (22/1).

Gagalnya upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas bisa jadi tolok ukur jika pelaku sulit menembus ketatnya penjagaan. Dia mengatakan saat ini pemeriksaan terhadap pembesuk lebih diperketat. Apalagi setelah adanya bantuan dari Polres Sukabumi Kota yang ikut memeriksa di pintu utama.

“Ini barometer kami bahwa mereka (pelaku) kesulitan melewati penjagaan. Akhirnya berbagai cara dilakukan. Kami akan memberi efek jera terhadap mereka. Bagi delapan warga binaan yang positif narkoba akan dihilangkan jam besuk. Ke depan akan dipindahkan ke lapas yang jauh sehingga sulit bertemu keluarga,” kata dia.

Alviantino menyebutkan, narkoba yang ditemukan tersebut terdiri atas dua paket. Rinciannya, satu paket sedang berisi ganja kering dengan berat 31,89 gram. Satu paket lainnya berukuran kecil yang berisi ganja kering dicampur dengan satu paket obat jenis tramadol seberat 23,22 gram. Penemuan ini berawal saat regu jaga malam mendengar suara benda jatuh pada Minggu (21/1) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

“Selama tiga bulan bertugas beberapa penyelundupan memang berhasil kami gagalkan, tapi modus seperti ini baru pertama kalinya. Kami akan lakukan pemeriksaan tes urine secara berkala,” terang dia.

Kepala Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Maolana, mengatakan berdasarkan laporan Lapas Kelas II B Kota Sukabumi, temuan benda yang dilempar ke atap bangunan melewati pagar dengan tinggi 6 meter tersebut, diduga bukan barang lama. Saat dilakukan pemeriksaan benda yang dibungkus rapi menggunakan Lakban hitam berbentuk bola itu dalamkeadaan hancur dan basah.

“Pagi jam 10 saya mendapatkan kabar ada temuan. Kita langsung merapat. Di sana barang sudah dibawa. Namun diduga barang lama dan dicampur dengan obat tramadol,” ujar dia.

Berdasarkan keterangan petugas regu jaga, lanjut Maolan, suara benda jatuh ke atas atap terdengar satu kali. Namun ditemukan dua buah bungkusan dalam plastik yang diisi batu oleh pelaku. Maolana belum bisa memastikan apakah barang tersebut pesanan dari dalam lapas atau bukan. Apalagi pihak kepolisian masih kesulitan mencari saksi-saksi. Hingga saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan polisi.

“Terdengar bunyi satu kali, tapi barangnya ada dua. Di dalam plastik itu pakai batu. Pedagang di sekitar lapas juga tak mengetahui karena mereka jualan sampai pukul 23.00 WIB,” tandasnya.(ovi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up