Gerbang Desa

Dana Desa untuk Sekolah Berbasis IT

KEDUA GerDes
TEKNOLOGI: Dana Desa tak lagi hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik saja tapi juga bisa dialokan untuk sekolah berbasis IT.

BANYUMAS – Lebih dari 90 persen dana desa (DD) di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) bakal digunakan untuk membangun Taman Mini Revolusi Mental. Taman tersebut merupakan semacam sekolah untuk membangun potensi warga desa berbasis teknologi informasi (TI).
Kepala Desa Langgongsari Rasim mengungkapkan kalau DD tahun 2017 yang dialokasikan Rp922 juta, sebesar 90 persen lebih atau Rp912 juta dianggarkan untuk membangun semacam sekolah berbasis TI yang disebut sebagai Taman Mini Revolusi Mental. “Taman tersebut akan memberikan pelajaran dan pelatihan bagi warga desa terutama dalam bidang TI,” kata Rasim, belum lama ini.

Menurutnya, pembangunan Taman Mini Revolusi Mental telah didahului dengan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak 2015 silam. “Kami telah membangun agrowisata dan pertanian terintegrasi di desa. Saat sekarang sudah ada kebun bibit durian, peternakan, perikanan sampai pengolahan gula kelapa,” ujarnya.
Dikatakan oleh Rasim, kini saatnya membangun sumberdaya manusia desa. “Karena itulah, atas kesepakatan dengan BPD, maka DD tahun ini dipakai untuk membangun semacam sekolah. Warga dididik dan dilatih agar memiliki pengetahuan soal TI. Sehingga pengembangan berbagai macam usaha yang dikoordinasi BUMDes akan berbasis TI,” jelasnya.

Anggota DPR Budiman Sujatmiko saat mengunjungi desa setempat mengapresiasi langkah kades setempat. “Kalau desa-desa lain lebih condong membangun jalan dan jembatan, maka Langgongsari sudah lebih maju lagi karena membangun SDM warga desa. Maka kami juga senang mendampingi warga di sini dengan menghadirkan pengusaha berbasis TI yakni dari Gojek,” ujar Budiman.

Sementara Badan Keuangan Daerah Pemkab Banyumas sudah mulai menstranfer DD tahap pertama tahun 2017 dari pemerintah pusat. “Namun sampai saat ini masih ada 19 desa yang belum bisa menerima karena belum memenuhi syarat utama, yakni sudah ada penetapan Peraturan Desa (perdes) tentang APBDes,” kata Kepala Subbidang Dana Transfer Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah (BKD), Pemkab Banyumas R Soesanto.

Ia mengatakan, desa yang sudah ditransfer kemungkinan besar minggu ini, dananya sudah bisa diambil atau dicairkan di rekening desa masing-masing. Namun bagi desa yang belum menetapkan perdes, DD belum bisa ditransfer. Anggaran DD untuk Kabupaten Banyumas tahun 2017, terang Soesanto, mengalami peningkatan sekitar 25% dari tahun 2016 lalu, yaitu Rp255,7 miliar. Pencairan DD tahun ini dibuat dua tahap, tahap I rencananya dicairkan Maret ini sebesar 60%, dan tahap II rencananya dicairkan Agustus mendatang sebesar 40%.(*/bbs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up