Gerbang Desa

Cikakak jadi Percontohan Kawasan Agropolitan

PENCANANGAN: Bupati Sukabumi Marwan Hamami mencanangkan Kecamatan Cikakak sebagai kawasan agropolitan di Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Mencanangkannya di Desa Sukamaju

CIKAKAK – Kecamatan Cikakak jadi percontohan kawasan agropolitan di Kabupaten Sukabumi. Kemarin (7/3), Bupati Sukabumi Marwan Hamami, mencanangkannya secara simbolis di Pondok Pesantren Al Mubayyidliyyah Desa Sukamaju.

Pada kesempatan itu hadir Kepala Dinas Pariwisata Dana Budiman, perwakilan Dinas Pertanian, camat Cikakak, Direktur Utama PT Varuna Hidro Lestari serta undangan lainnya. Pada acara itu juga Marwan menyerahkan secara simbolis bibit durian mousang king, bibit lengkeng new kristal lateki serta kopi arabica kepada perwakilan masyarakat.

Menurut Marwan, pencanangan agropolitan di Kecamatan Cikakak ini sangat relevan dengan misi Kabupaten Sukabumi dalam hal meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis ekonomi lokal melalui bidang agribisnis, pariwisata, dan industri yang berwawasan lingkungan. “Agribisnis ini akan menjadi ciri khas daerah kawasan Cikakak dan harus berdaya saing serta mempunyai pangsa pasar baik lokal, regional, maupun internasional,” tutur Marwan.

Agropolitan Cikakak, urai Marwan, merupakan kawasan ekonomi berbasis pertanian yang memiliki ciri khas komoditas unggulan yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat dan terjamin ketersediaannya secara terus menerus. “Pencanangan agropolitan di Kecamatan Cikakak ini juga agar menjadi langkah awal dan menjadi pilot project dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri,” tandasnya.

Sementara itu, Karangtaruna Tunas Bhakti Desa Sukamaju Kecamatan Cikakak mengapresiasi pencanangan Cikakak sebagai kawasan agropolitan. Pasalnya, kawasan agropolitan itu bisa membangkitkan perekonomian masyarakat terutama di bidang pertanian unggulan. “Kami apresiasi sebab Desa Sukamaju merupakan ibukota kecamatan Cikakak dan sedang dipersiapkan menjadi Desa wisata untuk mendukung pencanangan kawasan Geopark di mata dunia,” ujar Sekretaris Karangtaruna Tunas Bhakti Desa Sukamaju, Deni Nugraha.

Namun demikian, ia menyesalkan penyisipan produk durian jenis Mousangking yang justru terkesan tidak melihat potensi durian lokal yang sudah jelas mempunyai kualitas bagus dan sudah mempunyai brand sendiri. “Padahal, duren Cikakak sudah terkenal dan punya brand sendiri. Kenapa harus ada duren yang belum jelas? Kalau begini justru akan membunuh duren produk lokal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Deni mengatakan, seandainya pihak Desa Sukamaju dan pihak Kecamatan Cikakak mendukung penanaman duren mousangking, maka perlu dipertanyakan apa yang sudah mereka lakukan untuk pengembangan duren Cikakak. “Persoalan dukungan kepada program pemerintah bukan sebatas pengadaan yang bersifat keuntungan pribadi. Cikakak tidak butuh brand baru untuk durian,” kesalnya.(job2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up