Metropolitan

Calon Wali Kota dari PKS Kunjungi Keluarga Korban KA

FOTO1

SUKABUMI – Bakal Calon Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi berencana menambah palang pintu lintasan Rel Kereta Api di sejumlah titik di wilayah Kota Sukabumi. Hal itu dikatakan Fahmi, usai melayat salah seorang warga Kampung Babakan Bandung Rt02/Rw03, Kelurahan Nanggeleng,  Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Putri Ayu Lestari Dewi (18). Meninggal akibat terserempet Kereta Api Siliwangi Jurusan Cianjur – Sukabumi, Selasa (2/12).

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pihak PT. KAI untuk menambah pengamanan diwilayah yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas Kereta Api,” ungkapnya kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (3/12).

Lanjut Fahmi menghimbau masyarakat disekitar lintasan untuk berhati – hati dan tetap memperhatikan jadwal lewat Kereta Api. Pasalnya, jalur kereta Api jurusan Cianjur – Sukabumi masih minim pengamanan seperti palang pintu. “Demi keamanan, masyarakat harus hati hati dan memperhatikan kapan jadwal kereta api akan lewat,” terangnya.

Belasungkawa disampaikan juga kepada keluarga korban, Fahmi mengaku turut prihatin atas kejadian tersebut. Apalagi korban meninggal disaat kedua orangtua tidak berada ditempat. “Kami turut berduka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, dan ketabahan. Allah SWT pasti memberi balasan yang baik kepada mereka yang bersabar ketika mendapat musibah,” ujar dia.

Sementara Wakil Kepala Stasiun Sukabumi, Edi menegaskan, ia menghimbau kepada masyarakat dengan dasar UU No 23 tahun 2007 bahwa, ruang manfaat jalur tertutup untuk umum dan hanya untuk pengoperasian Kereta Api.

Larangan juga bagi masyarakat agar tidak membangun rumah atau menanam pohon tinggi yang dapat menggangu pandangan masinis, artinya bagi yang tidak berkepentingan dilarang beraktifitas disekitar lintasan jalur kereta api. “Dalam UU tersebut, diwajibkan masyarakat ikut berperan serta dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran perjalanan KA.  Dengan cara patuh terhadap isi UU tersebut, jika pun melanggar sudah jelas sangsinya,” ujar dia.

Edi menambahkan, lintasa KA berbeda dengan jalan umum. Karena sifatnya teknis, dan KA harus didahulukan, tidak bisa di berhentikan atau mengerem mendadak. “Kalo berbicara tambahan pengamanan itu kembali lagi kepada pihak pemerintah untuk memfasilitasinya, “ tandas dia.(ovi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up