Hukum & Kriminal

Bocah Diracun Ayah Kandung Dimakamkan

Pelakunya Pengangguran, Ibunya Bekerja di Batam

PARUNGKUDA – Warga Kampung Cijambe RT 12/04 Desa Kompa Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi berduka. Air mata warga dan keluarga mengiringi prosesi pemakaman Kaisar Alfikat, bayi yang baru berusia 14 bulan, tewas diracun ayah kandungnya sendiri.

Kisah tragis itu diawali cerita pernikahan Karis Yunita, 18, ibunda korban dengan M Taufik, 18, sekitar 2,5 tahun lalu. Keluarga itu tinggal di Cirebon, tempat tinggal Taufik.

Hasil pernikahan, mereka dikarunia anak yang diberi nama Kaisar Alfikat, 18 bulan. Karis memilih bekerja di Batam sejak 1,5 bulan lalu. Sedangkan suaminya, M Taufik, kabarnya pengangguran. Entah dipicu permasalahan apa, Taufik tega meracuni anaknya sendiri yakni dengan cara mencampur susu dengan racun tikus. Minggu (7/1), jasad Kaisar tiba di rumah duka di Kampung Cijambe RT 12/04 Desa Kompa Kecamatan Parungkuda dari Cirebon. Kemarin (8/1) jasadnya dimakamkan.

Deden, 34, paman korban, mengaku tak menyangka keponakannya meregang nyawa dengan cara diracun ayah kandungnya sendiri.

“Saya tidak menyangka dia (pelaku) tega meracuni anak kandungnya sendiri. Kami awalnya tahu masalah itu dari media,” ujar Deden kepada wartawan, kemarin (8/1).

Sepengetahuannya, ujar dia, ayah kandung keponakannya pengangguran. Kaisar meninggal saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Waled Kabupaten Cirebon. Taufik merupakan warga Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Karis Yunita, ibunda korban, tak bisa menutupi rasa sedihnya. Dia pun terlihat menangis saat jasad anaknya yang terbungkus kain kafan dimasukkan ke dalam liang lahat.

Karis bercerita, sebelum peristiwa nahas itu, suaminya sempat beberapa kali menelpon. Suaminya, lanjut Karis, meminta ia pulang dari tempat kerjaan di Batam. “Ada ancaman gitu. Saya juga sempat cerita ke temen. Tapi mereka menghibur saya itu hanya ancaman saja,” kata Karis kepada wartawan, kemarin (8/1).

Karis antara percaya dan tidak dengan peristiwa nahas yang dialami anak semata wayangnya. Apalagi pelakunya suami dan ayah kandung anaknya sendiri. Selama ini, lanjut Karis, suaminya begitu menyayangi anak mereka. Tapi di balik itu Karis tak memungkiri jika tabiat suaminya terbilang nekat. “Saya ikhlas dan pasrah saja dengan kejadian ini,” ujarnya.

Karis mengaku tiba dari Batam karena mendapatkan informasi itu. Dia baru sekitar 1,5 bulan bekerja di Batam. “Waktu Kamis lalu dia memang nelepon saya. Dia ingin saya pulang. Tapi kan saya juga sedang kerja. Suami saya mengancam akan membunuh anak. Saya kira main-main, tahunya benar,” jelasnya.

Di Batam, Karis bekerja di konter handphone. Niatnya bekerja di Batam karena ingin meringankan beban keluarga karena suaminya pengangguran.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up