Pendidikan

Belasan Sekolah Terapkan Model SPMI

FOTO4

SUKABUMI – Sebanyak 16 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan terpilih sebagai sekolah model Sistem Penjaminam Mutu Internal (SPMI) di Kota Sukabumi.

Semua sekolah ini telah mengikuti pendampingan yang dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat. Keberhasilan ini dipublikasikan melalui ekspo sekolah model SPMI yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, kemarin (21/11).

Walikota Sukabumi Muhamad Muraz mengatakan, secara nasional Jawa Barat sebagai wilayah terbaik melaksanakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan RI tersebut. “Mudah-mudahan, Kota Sukabumi menjadi yang terbaik di Jawa Barat,” kata Muraz usai pembukaan ekspo.

Dari sebanyak 16 sekolah model ini terdiri dari 10 SDN, empat SMP, satu SMAN dan satu SMKN. Sebagian di antaranya bukan sekolah favorit. Hal ini sebagai indikasi kualitas pendidikan sekolah di Kota Sukabumi sudah mulai merata. “Kualitas pendidikan sudah merata, prestasi tidak tergantung pada luas atau besarnya sekolah. Bahkan, nilai tertinggi UN juga bukan siswa sekolah favorit,” jelas Muraz.

Diberlakukannya sekolah dengan standar nasional bukan hanya untuk meningkatkan mutu pendidikan, lanjut Muraz, tapi juga menguatkan iman dan menghaluskan budi pekerti serta mencerdaskan fikiran dan otak siswa. “Mutunya harus mengarahkan ke sana, harus ada keseimbangan antara keimanan dan kualitas pendidikan. Ini sesuai dengan misi pendidikan,” ungkap dia.

Muraz mengapresiasi program ini. Sebab, bukan hanya bagus untuk siswa tapi juga bagi tenaga pendidik. Para guru bisa mempublikasikan sendiri kemajuan yang ada disekolahnya.  Dokumen SPMI dinilai dan menjadi rujukan bagi sekolah lain. “Ini pilot projek atau sebagai percontohan bagi sekolah lain, kalau berhasil bisa diikuti sekolah lainnya,” imbuhnya.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat Totoh Santosa mengatakan, ekspose sekolah model ini untuk desiminasi praktek yang dilakukan sekolah model terkait, dengan pencapaian standar nasional pendidikan. Sekolah yang belum mencapai standar nasioal disarankan mengikuti langkah yang dilakukan sekolah model. “Sekolah lain harus mengikuti. SPMI bukan hanya untuk sekolah negeri tapi semua sekolah mulai jenjang SD, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA negeri dan swasta,” jelasnya.

Dia berharap, semua sekolah di Kota Sukabumi bisa menerapkan SPMI, karena merupakan keharusan untuk semua sekolah. Jika ada sekolah yang tidak menerapkan SPMI, dipastikan kualitasnya akan ketinggalan mencapai standar pendidikan. Lantaran secara teknis,  sekolah yang tidak ikut SPMI tidak memiliki pengetahuan bagaimana meningkat standar nasional pendidikan.

“Se-Jawa Barat sudah 440 sekolah model SPMI dari 33 ribu sekolah negeri dan swasta di semua jenjang. jadi semua harus standar nasional,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Dudi Fathul Djawad mengatakan, sekolah model merupakan bagian dari manajerial sekolah. Pola ini untuk mengelola sekolah menjadi lebih bagus. “Bagus prestasi, kegiatan belajar, makanya diekspose supaya masyarakat tahu,” terangnya.

Dia menargetkan, sekolah SPMI bertambah setiap tahun sampai seluruhnya menjadi standar nasional. Semua guru sudah disiapkan yang diawali perbaikan majemen dalam rangka membangun mutu. “Outputnya nanti, tidak ada lagi keluhan masyarakat yang berkaitan dengan layanan pendidikan,” pungkasnya.(ndi/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up