Featured

Ayojek, Ojek Online Buatan Orang Sukabumi

kakian
KREATIF: Owner Ayojek menunjukan aplikasi Ayojek. Aplikasi itu digunakan sebagai alat untuk memesan jasa ojek online dari Ayojek.

Untungkan Driver, Bantu Turunkan Pengganguran

Trend ojek online tengah marak di Indonesia, tak terkecuali di Sukabumi. Ayojek, jasa ojek online kerasi anak-anak Sukabumi kini siap melayani antar dan jemput. Hanya dengan order melalui via telepon rider siap datang sesuai dengan permintaan. Simak kisahnya?

JOB3, Jalan Lingsel

Masyarakat Sukabumi tidak usah bingung dan harus datang jauh-jauh ke daerah lain untuk menikmati pelayanan ojek online. Kini daerah berjuluk Mocci itu sudah memiliki jasa ojek online. Menariknya, ojek online yang ada di Sukabumi ini asli buatan anak daerah alias jelma Sukabumi.

Yups, Ayojek namanya. Perusahaan jasa ojek online di bawah CV Parahyangan Travelindo menjadi satu-satunya perusahaan di Sukabumi yang berbasis aplikasi. “Kami menjadi perusahaan ojek online pertama di Sukabumi. Bahkan satu-satunya untuk saat ini,” ujar Owner Ayojek, Aris Munandar, kemarin.

Perusahaan yang beralamat di Kecamatan Cibeureum ini, terbilang perusahaan baru di Sukabumi. Meskipun begitu, perusahaan yang mulai jalan pada 1 Januari 2017 ini, sudah berhasil menghantarkan 168 penumpang yang mememesan melalui aplikasinya. “Alhamdulillah, baru empat hari sudah cukup banyak yang menggunakan jasa ojek online kami,” ucapnya.

Bahkan, kata Aris, pengunduh aplikasi ayojek Indonesia melalui android sudah mencapai ribuan orang. Padahal, aplikasi penunjang ojek online tersebut baru diluncurkan pada 27 Desember 2016 lalu. “Data terakhir kami itu, pengunduh aplikasi kami mencapai 1.360 orang. Berarti ini menandakan ojek online mulai dibutuhkan di Sukabumi” ungkapnya.

Bahkan kata Aris, jumlah penumpang yang diantar para driver relatif banyak setiap hari. Hal itu menandakan bahwa, masyarakat Sukabumi mendambakan ojek online. “Driver kami ada yang bisa mengangkut penumpang hingga 16 orang dalam seharinya. Berarti itu cukup banyak user yang ingin menggunakan jasa ojek online,” terangnya

Padahal, kata Aris, untuk drivernya sendiri, saat ini sudah ada 80 orang. Semua driver tersebut terdiri dari berbagai latar belakang dan profesi. “Ada yang tukang ojek asli, pegawai swasta, mahasiswa, bahkan seorang dokter yang bekerja sampingan menjadi driver ojek online,” terangnya.

Meskipun terdiri dari berbagai latar belakang, namun dirinya menjamin semua drivernya berpengalaman dan selalu safety riding dalam menjalankan tugasnya. “Driver yang ada saat ini hasil seleksi ketat kami. Sehingga kami jamin kemampuannya,” paparnya.

Aris menambahkan, untuk harga sendiri relatif murah. Sebab, dalam tiga kilometer pertama harganya hanya Rp5ribu. Sedangkan selanjutnya ada penambahan seharga Rp2ribu/kilometernya. ” Jadi dari jarak 0 KM – 3 KM itu harganya hanya Rp5ribu,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Aris, masyarakat di daerah perkotaan Sukabumi lah yang paling banyak menggunakan jasanya. Meskipun beberapa daerah Kabupaten Sukabumi mulai banyak yang melirik. “Paling banyak orderan itu dari daerah Jalan Siliwangi, Jalan Ir, H, Juanda. Pokoknya daerah tengah Kota Sukabumi saja. Untuk Kabupaten paling Cisaat, Cibadak, Cicurug selebihnya masih sedikit,” terangnya

Selain mengantarkan penumpang, dalam aplikasi Ayojek juga terdapat layanan mengenai pengiriman barang, pemesanan makanan, pemesanan barang dagangan. Semua yang tertera dalam aplikasi tersebut berdasarkan kerjasama dengan sejumlah pelaku UKM di Sukabumi. “Ayofood misalnya, jasa pesan antar makanan ini sudah bekerjasama dengan sejumlah mitra dalam menjual produknya di aplikasi kami,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Aris, aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat Sukabumi dalam mendapatkan layanan. Sehingga, semua kebutuhan bisa terpenuhi dalam satu aplikasi. “Pengen ojek, tinggal buka aplikasi. Pengen makanan, ataupun belanja barang tinggal buka aplikasi. Jadi semua serba simpel,” jelasnnya.

Salah seorang driver Ayojek, Darmadi mengaku terbantu dengan adanya perusahaan ojek online tersebut. Apalagi, proses mendapatkan penumpang tidak begitu sulit dan lama. “Kalau di ojek pengkalan kan hanya warga sekitar saja. Nah ini, se-Sukabumi bisa kita antarkan. Tentu saja peluang mendapatkan uangnnya lebih besar,” paparnya

Darmadi mengatakan, selama menjalankan profesinya sebagai ojek online, dirinya belum mendapatkan hambatan dari tukang ojek konvensional. Meskipun menurutnya, aktivitasnya terkadang diperhatikan oleh ojek konvensional. “Sejauh ini sih aman. Hanya saja, kalau menjemput pelanggan di daerah yang sama terkadang diperhatikan tukang ojek lainnya,” terangnya.

Penumpang Ayojek, Muhamad Fikri Nabila mengatakan, tarif dari Ayojek sangat murah. Bahkan, jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif ojek konvesional. “Murah pisan kang, dari terminal di Jalur ke rumah saya di Cipanengah itu hanya Rp5 ribu. Kalau naik ojek biasa mah bisa 3 kali lipatnya,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

Scroll Up