Berita Lainnya

Awas, jangan Jatuh ke Lubang yang Sama!

*Warga Ingatkan Pemkot Soal Penetapan Pemenang Lelang Pasar Pelita

SUKABUMI – Elemen masyarakat di Kota Sukabumi berharap pemenang lelang pembangunan Pasar Pelita nanti konsekuen dengan komitmen untuk membangun Kota Sukabumi. Kondisi itu tak terlepas pengalaman saat pembangunan pasar terbesar di Kota Sukabumi itu dipegang PT Anugerah Kencana Abadi (AKA). Alih-alih mendapatkan bangunan yang layak, nasib para pedagang saat ini malah terpuruk.

Kini, harapan besar berada di tangan calon pemenang lelang. Para pedagang menggantungkan harapannya yang kini berada di penampungan.

“Siapapun nanti yang jadi pemenang harus bisa mewujudkan mimpi pedagang yang selama ini hilang,” ungkap Ketua Aliansi Peduli Pasar Pelita Sukabumi (Appatis), Depril Lesmana, belum lama ini.

Pemkot Sukabumi betul-betul dituntut harus benar–benar selektif menetapkan pemenang lelang nanti. Ia tak mengingkan pemkot kembali kecolongan dengan pengembang. Artinya, pemerintah harus betul-betul mengecek kemampuan dana yang dimiliki pihak rekanan. Pengecekan tak hanya rekanan yang menduduki rangking pertama saja, tapi juga rekanan yang berada di rangking kedua dan ketiga. “Supaya semuanya yakin, kan bisa diperiksa kondisi keuangan dari setiap investor itu,” tegasnya.

Berdasarkan penilaian panitia pemilihan mitra kerja sama, PT Panglima Capital Itqoni (PCI) menempati rangking pertama, disusul PT Fortunindo Artha Perkasa (FAP) di rangking kedua,  PT Dunia Milik Bersama berada di rangking ketiga. “Kita tidak mau dibohongi seperti hasil lelang yang pertama di mana saat itu sangat meyakinkan jika PT AKA adalah investor yang bagus serta mampu membangun. Tapi kenyataannya hanya omong kosong,” terangnya.

Artinya, kata Depril, jangan sampai terulang kembali kebohongan publik itu. Dia berharap, setiap informasi yang disampaikan harus benar-benar untuk kebaikan masyarakat serta yang mampu untuk membangun Pasar Pelita yang mangkrak hampir dua tahun tersebut. “Informasi harus sesuai dengan keadaan calon investor. Harus sesuai dengan fakta serta hasil verifikasi di lapangan,” tegasnya.

Maka dari itu, kata Depril, Pemkot Sukabumi memiliki waktu yang masih panjang. Pasalnya, masih ada tahapan proses pelelangan yang harus dilaksnakan serta diikuti setiap calon investor. Di antaranya pengecekan kemampuan keuangan harus dilakukan secara benar, jangan seperti perusahaan sebelumnya. “Dalam pengecekan keuangannya, termasuk dalam jaminan pembangunan dan bank garansinya harus benar. Tolok ukur mampu atau tidaknya bisa dilihat dari sana dan bisa menjadi pegangan yang pertama untuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Sukabumi, Hanafie Zain, mengatakan panitia sudah melaporkan penetapan ranking calon pemenang tersebut kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah. Selanjutnya wali kota akan menetapkan pemenang setelah mendapatkan konfirmasi berkaitan dengan kemampuan finansial. “Kita akan memberi waktu sampai Senin (5/12) mendatang. Namun ini bisa berubah tergantung kesepakatan,” jelasnya kepada Sukabumi Eskpres.

Langkah selanjutnya, perusahaan yang mendapat rangking petama harus menunjukkan rekening koran atas nama perusahaan yang bersangkutan atau nama yang tertera di dalam akta pendirian. “Jadi mereka menyampaikan rekening kepada wali kota terhadap kemampuan finansialnya. Nanti wali kota akan melakukan pengecekan melalui bank yang ditunjuk yaitu Bank Indonesia. Setelah pak wali mengecek dan sesuai, selanjutnya penetapan pemenang,” kata dia.

Meskipun saat ini PT Panglima Capitol Inqoni mendapat peringkat pertama dalam penyeleksian, namun saat pengecekan tidak memiliki uang, maka perusahaan tersebut secara otomatis akan digugurkan. Nantinya dicek kembali ke perusahaan yang mendapat urutan kedua.  Intinya, perusahaan yang bersangkutan harus memiliki uang minimal 20 persen dari nilai investasi.

“Pengecekan ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan perusahaan. Benar atau tidak yang yang bersangkutan memiliki uang. Setelah dianggap oke, lalu kita tetapkan pemenang,” jelasnya.

Setelah penetapan pemenang, kata Hanafi, dua hari sebelum membuat perjanjian kerja sama, pihak perusahaan harus sudah menyampaikan bank garansi. Kewajiban perusahaan pemenang melakukan hold atau menyimpan uang 20 persen di bank yang ditunjuk Pemkot Sukabumi. “Uang yang disimpan bisa juga dipergunakan jika pembangunannya gedung Pasar Pelita sudah mencapai 20 persen. Harapan kita target penetapan kerja sama ini bisa selesai sampai 12-13 Desember mendatang. Target PT Panglima Inqoni sendiri pada Januari sudah mulai membangun dan selesai pada 2018. Intinya, semakin cepat semakin bagus. Itu juga bagian dari penilaian,” tandasnya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up