Bandung

Anggap DPR RI Sukabumi Omong Kosong

hl
INGATKAN: Pimpinan Pontren Al Fath Sukabumi, KH. Fajar Laksana mengingatkan kepada seluruh anggota DPR RI bisa membuktikan ucapan mereka dalam percepatan Tol Basuciban.

Heri Gunawan : Optimis Pengalihan Swasta ke BUMD bisa Percepat Tol Basuciban.

SUKABUMI – Percepatan pembangunan jalan tol koridor Bogor – Sukabumi – Cianjur – Bandung (Bosuciban) terus digelorakan sejumlah pihak. Salah satunya, Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) Al Fath Sukabumi, KH. Fajar Laksana.

Ia mengingatkan kepada seluruh anggota DPR RI yang hadir dalam kegiatan Sukabumi Summit 2016 bisa membuktikan ucapan mereka dalam percepatan megaproyek yang belum tuntas sejak 25 tahun lalu.

Tercatat, tiga tiga legislator asal Sukabumi yang hadir dalam kesempatan itu, diantaranya Heri Gunawan, Dewi Asmara dan Ribka Tjibtaning.

Tidak hanya itu, Fajar pun merasa penasaran atas peryataan anggota DPR RI yang berencana mengajak seluruh kepala daerah yang telah mendeklarasikan Sukabumi Summit 2016 untuk bertemu langsung dengan Presiden RI, Joko Widodo. Dengan begitu, usulan percepatan jalan tol Bosuciban secepatnya direalisasikan.

“Buktikan, buktikan dan buktikan. Jika benar para anggota DPR RI dapat membantu Pemkot Sukabumi,” singkatnya.

Sementara Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menegaskan, pihaknya siap mengawal kesepakatan yang dihasilkan dari Sukabumi Summit 2016 itu. Sebagai masyarakat Sukabumi, dia mengaku prihatin dengan kondisi kemacetan di wilayahnya selama ini.

“Pemerintah perlu lebih memahami skala pembangunan prioritas di setiap wilayah Jawa Barat. Apalagi kondisi kemacetan di Sukabumi terjadi setiap hari, setiap jam, dan setiap detik,” beber dia.

Fajar pun mencibir pihak swasta terkesan tidak serius dalam pengelolaan dan pembangunan jalan tol yang sudah 20 tahun jalan di tempat.

“Saya pernah menanyakan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) soal pembangunan Tol Bocimi (Bogor-Cianjur-Sukabumi.red) ini, jawabannya belum ada dana,” kata dia.

Meski begitu, Heri tetap optimis bahwa pembangunan infrastruktur tol bisa dikerjakan oleh BUMD (badan usaha milik daerah) sehingga berjalan dengan baik. Karenanya, ia meminta perusahaan daerah untuk ambil peran tersebut.

“Intinya, kalau sudah lepas dari swasta saya yakin, proyek ini satu sampai dua tahun akan selesai. Jika pihak swasta macem-macem, kan kata pak Jokowi juga izinnya bisa dicabut. Tinggal sekarang bagaimana mengalihkan dari swasta ke pemerintah,” tandas dia.(ndi/hyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up