Metropolitan

Alokasi BSPS Tahun Ini Bertambah

NO FOTO

SUKABUMI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun ini menambah jumlah bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Kota Sukabumi menjadi 1.100 unit. Bantuan itu untuk memperbaiki rumah tidak layak huni yang hingga saat ini jumlahnya di Kota Sukabumi tinggal tersisa sebanyak 4.415 unit.

“Tahun-tahun sebelumnya kita mendapatkan alokasi bantuan perbaikan rutilahu (rumah tidak layak huni) itu kisaran 40 hingga 50 unit per tahun. Itu ada yang bantuan dari provinsi dan pusat. Tahun depan kita dari BPSP mendapatkan tambahan sebanyak 1.100 unit. Ini jumlahnya rekor karena cukup banyak,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Asep Irawan, belum lama ini.

Selama 2017 BSPS di Kota Sukabumi yang dialokasikan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebanyak 100 unit. Hanya saja bantuan itu disalurkan untuk dua kelurahan yakni di Dayeuhluhur dan Nyomplong di Kecamatan Warudoyong masing-masing sebanyak 50 unit. “Kalau skema nilai bantuannya per unit rumah itu Rp15 juta. Penambahan alokasi perbaikan RTLH melalui BSPS ini merupakan hasil lobi dan negosiasi kita ke kementerian,” ujarnya.

Berdasarkan data sejak 2015 lalu, jumlah RTLH di Kota Sukabumi tercatat sebanyak 4.912 unit. Penanganannya dilakukan pada 2016 sebanyak 58 unit yang dananya dialokasikan dari APBD Kota Sukabumi dan sebanyak 72 unit dari APBD Provinsi Jawa Barat. Sementara tahun ini dari APBD Kota Sukabumi jumlahnya berkurang menjadi 45 unit, tapi dari bantuan APBD Provinsi Jawa Barat bertambah menjadi 222 unit. Belum lagi ditambah dengan alokasi bantuan dari APBN melalui program BSPS sebanyak 100 unit di Kelurahan Dayeuhluhur dan Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong.

“Kalau bicara penyelesaian, saya kita rutilahu itu tidak akan pernah selesai. Kenapa? di luar data base yang resmi memenuhi syarat, mungkin masih banyak juga yang lainnya. Syarat mendapatkan bantuan perbaikan rutilahu itu kan tanahnya harus milik sendiri, bukan kontrakan, dan tidak berada di bantaran rel atau di bantaran sungai,” jelasnya.

Hanya saja Asep mengatakan target penyelesaian yang tercatat dalam database tentunya pasti ada. Namun jika sudah diselesaikan, maka dinas akan mencari lagi rumah-rumah yang perlu diperbaiki di lapangan. “Di Kota Sukabumi wilayah yang banyak ditemukan rutilahu itu berada di perkotaan, seperti di Kecamatan Citamiang atau di Kecamatan Cikole. Saking padatnya, warga berlomba-lomba mencari rumah murah. Tanah sejengkal pun akan dimanfaatkan,” ujarnya.(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up