Sukabumi Raya

Aktivitas Pembangunan PT Starkom Disoal

PHOTO3

PARUNGKUDA – Aktivitas pengerukan kali yang dilakukan PT Star Comgistic Indonesia (SCI) di Kampung Angkrong, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi disoal. Diduga, pengerukan kali tepat di belakang perusahaan yang memproduksi elektronik tersebut belum mengantongi izin resmi.

Ketua Umum Gerakan Aktivis Penyelamat Uang Negara (Gapura RI) Hakim Adonara mengatakan, setiap aktivitas pembangunan khususnya dengan skala besar wajib mengantongi izin. Terlebih, pengerukan kali yang dilakukan perusahaan itu berdampak pada lahan pesawahan warga sekitar.

“Apakah sudah memiliki izin?. Jangan seenaknya mengeruk kali dan merusak lahan sawah masyarakat khususnya di Sundawenang dan Palasari,” tandasnya, kemarin (17/1).

Dia menilai, PT SCI telah mengabaikan peraturan yang ada. Di antaranya undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Kami sampaikan apakah aktivitas tersebut sudah ada izinnya?. Karena, kami mendapatkan laporan dari petani sekitar, bahwa pengerukan kali tersebut sangat dikeluhkan,” imbuhnya.

Kades Sundawenang Wahid mengatakan, pihaknya belum mengetahui ada kegiatan perusahaan yang berdampak merugikan warganya. Bahkan, dia mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuannya. “Belum ada pemberitahuan. Bentuk pencemarannya apa?,” ujarnya singkat.

Terpisah, Camat Parungkuda Aep Saepullah mengatakan, setelah mendapatkan laporan aktivitas tersebut pihaknya langsung mendatangi perusahaan. Namun, kata dia, kunjungannya itu belum mendapatkan jawaban jelas. “Kemarin sudah didatangi, tapi personalianya kebetulan sedang keluar,” ungkapnya.

Namun begitu, kata dia, pihaknya sudah menitip pesan undangan ke HRD perusahaan tersebut agar datang mengklarifikasi ke kantor kecamatan. “Itupun sampai saat ini belum ada kunjungan dan kabar dari mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Personalia PT SCI Vincent mengatakan, pengerukan sungai dilakukan atas permintaan warga sendiri. Lantaran dikhawatirkan luapan air sungai di musim hujan akan berdampak buruk. “Justru kami diminta oleh warga pak. Warga takut air sungai meluap dan mengakibatkan banjir. Jadi kita bantu harapan warga tersebut,” jelasnya.(mg1/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Sukabumi Ekspres (Jawa Pos Group) merupakan surat kabar harian yang terbit di Kabupaten/Kota Sukabumi dan Cianjur. Lahir dari semangat pentingnya keterbukaan dan ketersebaran informasi hingga ke pelosok-pelosok Sukabumi, Sukabumi Ekspres menjadi spirit pembaharuan koran lokal di kota dan kabupaten.

Sukabumi Ekspres

Scroll Up